Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today57
Yesterday1111
This week57
This month18785
Total1034179

Visitor IP : 3.236.122.9
Unknown ? Unknown Mon 17 May 2021 01:37

       Luar biasa…!. Itulah dua kata yang paling pas untuk diungkapkan atas suksesnya hajatan besar Angkatan X P3B Semarang, yang juga menamakan dirinya sebagai “Sedulur 10” pada moment yang juga serba 10. Luar biasa waktunya (yang serba sepuluh) yang tak mungkin dilaluinya kembali di masa mendatang dan luar biasa yang hadir dari Temu Kangen sebelumnya, bahkan mungkin luar biasa meriahnya dari pada Temu Kangen di level per angkatan (bukan reuni akbar gabungan). Ya, seperti yang telah didengung-dengungkan selama ini di kalangan Alumni “Mbah Bejan”, bahwa pada Tanggal 10, Bulan 10, Tahun ’10 (2010), Sedulur10 punya hajatan besar berupa Temu Kangen Akbar yang diselenggarakan di Semarang, tepatnya di Hotel Patra Semarang. “Moment Serba 10” itu benar-benar menjadi magnet yang kuat bagi Sedulur10. Beberapa Sedulur10 yang selama ini tak sempat mengudara dalam beberapa pertemuan akhirnya keluar juga dari “sarangnya” untuk acara itu. Tidak tanggung-tanggung, perhelatan akbar Sedulur 10 ini dihadiri oleh 96 Orang dari jumlah ‘Basis’ Sedulur10 yaitu 142 orang, yang meninggal sebanyak 12 Orang dan 12 Orang belum terdata. Jumlah yang hadir itu melesat jauh di atas target Panitia yang semula diprediksikan 75 Sedulur10 dan bersama keluarga (Istri + anak) maximum 225 orang, Ternyata melesat sampai menjadi 306 orang. Dari 96 Sedulur 10 yang hadir itu juga, hampir 95 % beserta keluarganya. Inilah yang membuat suasana meriah.

       Secara garis besar, rangkaian acara yang banyak menampilkan simbol 10 telah dilalui dengan lancar. Puncaknya “detik-detik Sepuluh” yang menjadi Ruh-nya hajatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak sepuluh kali oleh Direktur PIP Semarang Bambang Purnomo tepat pada pukul 10, tanggal 10 dan tahun ’10. Juga turut menyaksikan adalah Ketua Umum KAP3B Ridwan Setiawan. Round Table Ruang “Rama Shinta” berkapasitas sekitar 500 orang di Hotel Patra Semarang itu hampir penuh pada puncak acara Serba 10 itu. Nama ruangan Rama Shinta nampaknya selaras dengan spirit temu kangen itu yakni sebuah simbol kuatnya kasih sayang di antara Sedulur10, seperti kuatnya kasih sayang dalam kisah cinta Rama & Shinta. Sambutan demi sambutan dari Ketua Panitia, Koordinator, Perwakilan Sedulur10, Ketua Umum KAP3B dan Direktur PIP disampaikannya sangat antusias dengan semangat tinggi bahkan dari Ketua Umum KAP3B menyampaikan bahwa model paguyuban Sedulur10 ini bisa dijadikan ‘model’ untuk kejayaan KAP3B di masa depan. Sedangkan dari Direktur PIP, sangat mengharapkan angkatan-angkatan lainnya bisa mengikuti jejak Sedulur10 untuk ‘Back To Campus’ untuk kejayaan Almamater dan menekankan kegiatan sosial dengan saling Peduli diantara keluarga besar KAP3B. Acara demi acara berjalan sangat lancar, dari Fun Game yaitu menjaring Sedulur10 yang “Ter” (Ter-Botak, Ter-Banyak Anak, Ter-banyak Cucu, Ter-Lucu, Transportasi Ter-Sulit/ Ter-Jauh dll) termasuk yang masih ‘Jomblo’ dan pembagian ‘Door Price’ dari jam dinding background Backdrop Sedulur10, Lukisan, alat-alat Elektronik dll sampai dengan Hand-Phone yang selalu dengan jumlah ‘Serba10’. Ada adegan yang sangat mengharukan diluar agenda acara, ternyata Lucas Kristiyono-10 yang jauh-jauh datang dari Negara ‘Kincir Angin’ tampil ke panggung hanya untuk memberikan ‘Kenang-kenangan’ kepada Ketua Panitia dan Koordinator sebagai ungkapan terima kasih atas terselenggaranya Temu Kangen Puncak ini yang dianggapnya sangat Luaaar Biasa.

        Dengan saling memeluk dan Nampak ketiga sedulur10 tersebut matanya berkaca-kaca penuh rasa haru dan kebahagiaan. Tradisi Push Up Bukan rahasia lagi, salah satu ciri khas Sedulur10 adalah tradisi Push Up. Siapa melakukan kesalahan maka secara jantan Ia harus menjalani “hukuman” Push Up. Namun hukuman ini bukan seperti saat menerima hukuman beneran dari Mbah Bejan dulu, namun sekadarnya saja menyesuaikan umur dan “Spare Part” yang sudah senja. Yah, paling-paling maksimal 10 kali sudah “nghos-ngosan”. Tapi itulah serunya Sedulur10 kalau pertemuan. Tak terkecuali seperti yang terjadi di Acara Temu Kangen Serba 10 yang teramat istimewa. Di Lobby Hotel Patra Semarang pagi itu tgl. 9 Oktober 2010 sekitar pukul 9 satu persatu Sedulur10 mulai berdatangan dan siap untuk Chek-In. Rupanya factor lupa akan menjadi “penyakit” bagi mereka di sini dan tak bisa dielakkan. Begitu satu Sedulur10 berjabat tangan maka dengan dipandu Supeno Adji bagi yang tak bisamenyebutkan nama harus dihukum Push-Up. Terang saja. Tak sedikit Sedulur10 yang “terjaring” Razia Push-Up ini karena factor lama tak komunikasi. Sedikitnya 10 Orang tak bisa lewat dari hukuman Push-Up. Termasuk salah satunya Lucas Kristiyono yang datang jauh-jauh dari negeri Kincir Angin (Belanda) juga disambut hukuman Push-Up.Pokoknya seperti Mbah Bejan dulu yang tak pandang bulu. Karuan saja aksi itu menarik perhatian umum karena dilakukan secara spontanitas di Loby Hotel yang saat itu banyak lalu lalang orang umum yang juga memanfaatkan moment 10-10-10 untuk acara ritual seperti Pernikahan. Tak terkecuali petugas Recepsionist dibuat geleng-geleng kepala atas pemandangan kocak itu. Tentu saja dibuat geleng kepala, karena seumur-umur Mereka bekerja sebagai Recepsionist di situ baru kali ini ada calon tamu penghuni Hotel melakukan Push-Up di Lobby. Luar biasa.. celetuk salah seorang Recepsionist. Panbers Ramaikan 10-10-10-10 Sesuai rencana, puncak acara Serba 10 dimulai tepat pukul 10,tanggal 10, bulan 10 dan tahun ’10. Serangkaian acara “ritual” digelar di sini, mulai dari Do’a dan hening cipta bersama penuh khidmat yang dipimpin oleh ‘AsRoh’ M. Nashier-10, pemberian cindera mata berupa kartun lucu Mbah Bejan hingga santunan tali asih kepada para Keluarga Almarhum Sedulur10. Hadir pula dalam acara ini antara lain PUDIR II PIP Semarang Eddy Warsopurnomo, Pudir III Capt.H.S.Sumardi, utusan dari Angkatan 11 Kol. Dewa dan Abdul Malik Wakid (AMW11) serta beberapa angkatan 12 di bawah komando Rudy Pical dan masih banyak lagi beberapa perwakilan angkatan yang hadir. Di sela-sela makan siang seraya menikmati lantunan lagu-lagu nostalgia, Ny. Herwin Siregar dan Ny. Toto S. sambil bernyanyi berinisiatif keliling ke beberapa ‘Round Table’ Sedulur10 untuk melakukan penggalangan dana yang dikemas dengan istilah “Nyawer”. Hasilnya, kreatifitas “Srikandi 10” itu untuk membantu Panitia mensukseskan acara itu. Pada malam harinya, sejak jam makan malam sekitar pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB (10 malam) Sedulur10 beserta keluarga kembali menikmati suasana rileks penuh keakraban (malam keakraban). Sekitar Pukul 20.00 WIB (8 malam) Group Musisi Legendaris yang penuh dengan karya nostalgia yakni PANBERS hadir di lokasi yang disambut dengan riuh. Suasana kian dramatis tatkala muncul sang Senior PANBERS’ Benny Panjaitan ke panggung dengan bantuan kursi roda. Rupanya Ia sedang kena musibah dengan derita stroke yang di alaminya. Namun katanya karena kekuatan cinta terhadap Fans-nya Ia semangat untuk datang dan melantunkan beberapa lagu kenangan karyanya. Seperti Gereja Tua dan lainnya. Kehadiran PANBERS nampaknya sangat pas di hati para Sedulur10 dan keluarganya. Terbukti. Lagu-lagu yang dilantunkan selalu mendapatkan iringan bersama dengan kompak. Bahkan Bung Benny Panjaitan juga menjadi “rebutan” untuk diabadikan gambar bersamanya. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Kemesraan yang dinyanyikan oleh Benny Panbers diikuti oleh semua Sedulur10 yang hadir, saling berpegangan tangan…….tetapi karena banyaknya yang hadir maka tempat yang luas ini menjadi nampaknya ‘sempit’…….raut muka penuh kebahagiaan dan keharuan….. Pernik-Pernik Sisi Lain Temu Kangen 10-an Ada beberapa cerita menarik dari sisi lain di balik suksesnya acara Reuni Serba 10 tak bisa lepas dari “pontang-panting” beberapa Panitia seperti Agustinus Botha, Supeno Adji, Herwin Siregar dan Toto Sugianto yang telah berada di Semarang sejak Tanggal 6 Oktober 2010. Cerita menarik itu antar lain datang dari beberapa Sedulur10 yang hadir, seperti Lucas, Petrus Lukman, Said Salim, Aser, Nursukmanajati dan Syamsu Kahar. Lucas 10 (Pati10) begitu puas bisa menikmati Temu Kangen akbar itu meskipun harus rela datang dari jauh yakni Belanda. Ternyata sejak 1 tahun lalu ia telah mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari biaya sampai untuk mendapatkan ijin dari perusahaan. Demikian halnya Petrus Lukman (Jepang10). Meski Ia banyak tugas ke wilayah Indonesia dan sekitarnya, rupanya untuk mendapatkan kesempatan pada Hari Minggu Tanggal 10 itu tidak mudah. Ia sempat sport jantung ketika menjelang pemberangkatan ke Indonesia masuk dalam Waiting List (daftar tunggu) calon penumpang pesawat ke Indonesia. Akhirnya dengan tekad yang kuat sampai juga ke Semarang dengan segala upaya ditempuhnya. Yang lebih menarik dan sempat membuat Sang Koordinator 10 Toto Sugianto merinding mendengarnya adalah cerita bagaimana kuatnya keinginan Said Salimuntuk hadir dalam acara serba 10 itu. Betapa tidak, Said Salim tinggal di Timika Papua Irian Barat dan sedang tugas di desa Agats. Semua tahu bagaimana sulitnya akses transportasi untuk keluar dari wilayah itu. Kalaupun toh ada memerlukan waktu yang lama dan biaya tinggi. Dengan tekad yang kuat untuk bertemu dengan rekan-rekan di Kampus Singosari , Said Salim rela menempuh cara apapun untuk bisa keluar dari “Sarangnya”. Maka Ia dapat sampai juga ke Semarang meskipun sempat harus menyewa Helicopter. Lain halnya cerita dari Syamsu Kahar. Dari tempat tugasnya di Papua Ia berhasil ke Hotel Patra Semarang untuk ikut hajatan besar Sedulur 10. Namun belum juga sempat buka pintu kamar hotel, dari markas kerjanya Ia “dipaksa” meninggalkan Semarang saat itu juga karena pagi harinya harus sudah ada di tempat kerja untuk menyiapkan logistic terkait dengan rencana kunjungan RI -1 (Presiden SBY) ke lokasi banjir di Waisor Papua Barat yang menelan banyak korban jiwa. Temu Kangen ini sangat penting bagi saya, namun tugas kemanusiaan dan Negarajuga tak kalah pentingnya. Saya tidak takut dipecat, namun kalau dipecat tidak hormat tentunya saya yakin teman-teman juga tidak rela. Untuk itu saya sangat menyesal harus meninggalkan tempat ini,” kata Syamsu Kahar seraya menebus pelanggaran tradisi itu dengan rela Push Up beberapa kali. Dan masih banyak lagi cerita unik di balik Temu Kangen Serba 10 itu.

        Apa Kata Mereka Prosesi Hajatan Temu Kangen Serba 10 benar-benar mengesankan bagi semua pihak, baik Sedulur10 itu sendiri maupun Tamu Kehormatan dari Angkatan lain. Berikut sekilas petikan pendapat sebagian dari Mereka : Ridwan Setiawan-6 (Ketua Umum KAP3B): “Acara Reuni yang digagas oleh Angkatan 10 ini layak dijadikan model bagi Alumni lain untuk merekatkan komunikasi Alumni P3B. Bukan kemewahannya yang harus ditiru, tapi semangat dan tradisinya yang patut dicontoh. Edy Warso P-6 (Ketua Zona Khusus KAP3B): Model semangat Temu Kangen Sedulur10 ini patut ditiru khususnya kegiatan sosialnya tetapi jangan sampai bersifat 'Exclusive'. Djoko Miyarso-9 (SekJen II KAP3B): Luaaar Biasa!!! Saya harapkan angkatan lain bisa menyusul model Reuni-an yang digagas oleh Sedulur10 ini.....dengan kehadiran yang hampir 100%. Rudy Pical Angkatan-12: “ Kita masih punya kesempatan untuk Reuni serba 12 seperti Angkatan 10 dengan reuninya serba 10 kali ini. Kita akan upayakan bisa melaksanakan acara semacam ini yang sangat bagus. Dewa Putu-11: Kami angkatan 11 sebenarnya sangat berkeinginan untuk melakukan hal yang sama seperti yang telah diperbuat para Senior -10. Tapi Saya tidak terlalu yakin bisa melaksanakannya, namun akan kita coba. Mohon do’anya. Lucas-10: Pokoknya sangat terkesan. Tidak sia-sia Saya datang dari Belanda, bisa bertemu dengan teman-teman yang lain yang dalam pertemuan sebelumnya tak bisa bertemu…. Petrus Lukman (Petrus Jepang)10: Di tempat kerja tak mungkin kita bisa tertawa lepas seperti saat bertemu dengan teman-teman Taruna dulu. Kebahagiaan ini tidak ada duanya…. Said Salim-10: Saya korbankan urusan keluarga walaupun harus dengan charter Helicopter karena keinginan hati yang menggebu-gebu untuk jumpa dengan Sedulur10. Hasilnya, Saya sangat puas, Ini sangat Luar Biasa hampir semua Sedulur10 bisa hadir. Abdul Malik Wakid-11: Saya merinding melihat suasana kebersamaan ini……….tiada kata yang bisa saya ucapkan……Luaaaaaar Biasa!!! Semoga angkatan lain bisa menirunya…. Masih banyak Komentar-Komentar positif lainnya yang tidak ditulis semuanya. **JURNAL REPORTER KAP3N News**