Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today45
Yesterday1111
This week45
This month18773
Total1034167

Visitor IP : 3.236.122.9
Unknown ? Unknown Mon 17 May 2021 01:12

      Melengkapi rangkaian acara pada temu kangen yang puncaknya pada waktu serba10, seluruh Sedulur10 yang hadir beserta Keluarga pada Sabtu Sore tanggal 9 Oktober 2010 melakukan kunjungan ke Kampus Singosari. Dalam hal ini Bus Kampus diterjunkan 3 unit untuk membawa Sedulur10 dan Keluarga yang akan napak tilas ke Kampus, di mana tempat dulu Mereka mengukir sebagian kisah dan pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup. Begitu Rombongan tiba di Kampus, beberapa pleton Taruna/i serta pasukan Marching Band Kampus Singosari telah siap dengan sikap sempurna untuk Apel Siaga. Dan selanjutnya Sedulur10 dengan seragam topi kaos dan celana trening langsung mengambil posisi barisan untuk Apel Siaga. Pada Apel Siaga penyambutan Visit Sedulur10 itu, kemampuan Hayom Dwipuro 10 yang dulu sempat menjadi DanYon kembali diuji. Ia didaulat untuk menjadi Komandan Upacara Apel itu. Cukup dengan latihan 5 menit Ia mampu membuktikan masih bisa menjadi Komandan Upacara, meskipun tak sesigap dulu ketika masih Taruna, namun paling tidak kebolehan Hayom bisa dilihat dari teriakannya yang masih lantang ketika memimpin penghormatan umum kepada Inspektur Upacara yang saat itu langsung dilakukan oleh Direktur PIP Semarang Bambang Purnomo. Dalam Apel itu juga dilakukan penandatanganan Prasasti ‘Sedulur10 Back To Campus’ oleh Koordinatornya Toto Sugianto, Ketua Panitia Herwin Siregar dan Direktur PIP Semarang Bambang Purnomo selaku tuan rumah. Lagi-lagi usai upacara bubar, ada “insiden” kecil yang dipertontonkan di depan Keluarga Sedulur10. Yakni, PUDIR I PIP Edy Warsopurnomo bersama Mbah Bejan tiba-tiba maju ke depan. Dengan pengeras suara Edy Warsopurnomo atas nama Mbah Bejan menginformasikan bahwa sebelum Apel ada beberapa Sedulur10 yang terlambat datang ke barisan. Untuk itu, diminta agar yang terlambat maju ke depan untuk menjalani hukuman.

      Tentunya lagi, hukuman di sini tidakseperti hukuman beneran jaman dulu, namun Mbah Bejan sepakat untuk memberikan hukuman yang sifatnya menghibur dengan nyanyi sambil joged. Alhasil Salepo10 langsung memimpin nyanyian kenangan kampus yang tak terlupakan yakni “Jurit Malam”. Pemandangan itu diciptakan seolah ingin menunjukkan di depan Anak dan Isteri bahwa Bapak/Suami dulu betapa dididik dengan disiplin yang tinggi dan penuh dengan pahit getir. Usai Apel yang dilanjutkan dengan ‘Campus Tour’ yaitu kunjungan ke beberapa sudut Kampus seperti Asrama, tempat makan Taruna serta fasilitas lainnya, selanjutnya Keluarga Sedulur10 “dipulangkan” ke Hotel, sedangkan khusus Sedulur10 tetap tinggal di Kampus untuk melanjutkan prosesi Napak Tilas Kampus. Napak tilas selanjutnya adalah Sholat Berjamaah di Masjid Kampus (bagi yang $3N$0r) diteruskan Apel Petang menjelang Makan Malam di Menza. Di Menza inilah, lagi-lagi Sedulur10 harus mengenang kembali bagiamana rasanya menyantap makan sehari-hari ala Kampus. Malam itu tidak ada yang istimewa menu yang disajikan.

       Di Menza semua perlakuan sama. Dengan menu yang sangat terbatas ala Taruna seperti yang sudah-sudah, Sedulur10 dengan asyiknya berbaur dengan Taruna/ni untuk menyantapnya dengan lahap. Banyakanggota Sedulur10 yang mendapat teguran dari Pembina dengan teriakan keras karena topi diletakkan di meja dan harus diletakkan diatas paha termasuk posisi kedua tangannya. Selain itu, Pembina juga memberikan peringatan kepada Sedulur10….untuk berhenti bersuara. Ternyata Sedulur10 ini sangat teruji, mereka semua mengikuti perintah dan melaksanakannya dengan disiplin tinggi. Lagi-lagi, saat sedang enak2nya menyantap……alarm berbunyi dan Pembina-punberteriak keras, sedang ada gempa bumi, santap makan harus dihentikan dan semuanya harus masuk ke kolong meja makan….dengan suara gaduh, semua taruna/I termasuk Sedulur10 melaksanakan perintah tersebut dengan patuh. Usai makan malam di Menza, bertempat di Ruang Sidang Utama PIP Lantai 2 Sedulur10 mendapatkan siraman rohani/ “Malam Motivasi dan Renungan” dari salah seorang Motivator kondang DR. Kana Sutrisna.

          Di sini Sedulur10 mendapatkan spirit arti sebuah silaturahmi, seperti dalam Tema yang diambil pada Temu Kangen Serba10 yakni “Bangun Silaturahmi dan Tingkatkan Kepedulian Untuk Masa Depan Yang Gemilang”. Intinya dengan silaturahmi yang kuat maka akan menambah kualitas kehidupan kita, dan ini diajarkan oleh semua agama. Usai menerima “vitamin rohani” tersebut, Ada teriakan dari salah seorang Pembina bahwa Sedulur10 harus segera turun ke lapangan dalam waktu 5 menit dan bersiap-siap untuk episode napak tilas berikutnya yakni Apel Checking Malam. Ketika turun dari tangga dan siap menuju lapangan, Sedulur 10 dikejutkan oleh aksi pesta kembang api yang merupakan inisiatif pihak Kampus. Karuan saja ini membuat decak kagum bagi Sedulur10 karena benar-benar di luar scenario Panitia Sedulur10…….sekitar 5 menit, langit-langit Singosari 2A terang benderang dengan beraneka macam warna……Luaaaar Biasa!!!! Setelah aksi kembang api selesai, Pembina memberi peringatan kepada ‘Dan Yon’ Sedulur10, untuk siapkan barisan terbagi 3 kompi untuk ‘Apel Checking malam’ bersama Mbah Bejan. Setelah semua disiapkan dan mulai menghitung, diulang lagi sampai 2 kali ternyata tercatat 6 “Taruna10” yang tak menampakkan batang hidungnya.

      Pembina langsung memberi aba-aba, “Barisan Siaaaap Gerak, Luruskan…..Seroong kiri Gerak!!”…..ambil posisi push-up, selanjutkan semua “Taruna10” harus push-up sebanyak 10 kali dan dihitung sama-sama……berhubung menghitungnya tidak kompak, maka diulang lagi dari awal…..Nampaknya “Taruna10” ini sudah banyak tidak berlatih Push-Up…..rata-rata hanya pantatnya saja yang bergoyang….inipun dapat teguran dari Pembina untuk melaksanakan ‘Hukuman’ tersebut dengan penuh disiplin. Setelah itu Sedulur 10 kembali dibuat tersanjung dengan aksiYel-yel dari sejumlah Taruna/I angkatan 47 selama kurang lebih 15 menit. Selanjutnya, perwakilan dari Sedulur10 (yang diwakili oleh Win PP) memberikan arahan-arahan untuk me-motivasi mereka. Taruna/I meninggalkan tempat setelah sebelumnya memberikan penghormatan kepada Sedulur10. Setelah mendapatkan kesan dan pesan dari perwakilan Pembina dan saling bersalaman antara Pembina dan seluruh Sedulur10, akhirnya Sedulur 10 lari menuju Bus yang sudah standby untuk kembali ke Hotel Patra waktu menunjukkan jam 23.10. Begitu sampai di hotel, Mereka bukannya langsung “dlosor” ke kamar namun semua sepakat untuk “mengadili” ke-6 Sedulur 10 yang tak ikut Apel Malam tadi. Alhasil mau tidak mau, suka atau tidak suka ke-6 Sedulur10 yang melakukan “kesalahan’ itu harus menerima hukuman, Apalagi kalau bukan Push Up…..dengan suara sangat gaduh ke 6 Sedulur10 itu melaksanakan hukuman tersebut walaupun itu terjadi di Lobby Hotel……Pengunjung lainnya diluar komunitas P3B, hanya bisa geleng-geleng saja menyaksikan ‘perilaku’ yang tidak umum ini. **KAP3B News**