Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today33
Yesterday1111
This week33
This month18761
Total1034155

Visitor IP : 3.236.122.9
Unknown ? Unknown Mon 17 May 2021 00:47

        Kalau konon katanya sekitar tahun 1979 sempat terjadi “Goro-goro” antara warga dengan Taruna Singosari karena urusan “darah muda” dan mengakibatkan Kampus dikenal “Angker” di mata sebagian warga, belum lama ini Sedulur10 juga membuat “Goro-goro berdarah” untuk warga sekitar. Tapi tunggu dulu…!, goro-goro Sedulur10 ini jauh berbeda dengan goro-goro dulu. Goro-goro berdarah dimaksud adalah darah khitanan pada acara bakti sosial yang gelar oleh “Tim Peduli Sosial-10” untuk anak-anak warga sekitar Kampus Singosari. Ya, menyongsong puncak silaturahmi Sedulur10 P3B di Semarang pada Tanggal 10 dimulai jam 10 Bulan 10 Tahun ’10 ini (10-10-10-10-10), “Tim Peduli Sosial-10” di Kota ATLAS itu bekerja sama dengan manajemen PIP Semarang menggelar acara bakti sosial untuk warga masyarakat sekitar Kampus Singosari. Hadir dalam acara ini dari manajemen Kampus adalah Pembantu Direktur I (PUDIR-I) Eddy Warsopurnomo.

        Karena Reuni itu tergolong unik bertepatan dengan angka serba 10, maka acara bakti sosial juga tak lepas dari simbol 10. Dalam hal ini menurut salah seorang Koordinator Tim Peduli Sosial-10, Agustinus Botha-10, tercatat “10-10-10” kelompok yang menerima tali kasih dari Tim Peduli Sosial-10, yakni 10 anak yang dikhitan, pemberian santunan kepada 10 Kaum Dhuafa’ dan 10 anak Yatim-Piatu. Khusus untuk anak yang “di-eksekusi burungnya” hingga meneteskan darah, maka untuk meredam tangisnya pihak Tim Peduli Sosial selain memberikan paket baju $3N$0r dan menanggung biaya medisnya sampai tuntas, juga memberikan uang saku masing-masing. Menurut Agustinus Botha10, warga sangat memberikan apresiasi atas inisiatif sosial yang digagas oleh Alumni Singosari yang kebetulan kali ini dimulai oleh Sedulur10. Seolah warga tak menyangka bahwa di balik kesan “Angker” Kampus Singosari dulu, ternyata mantan Taruna-nya bisa menunjukkan sikap ramah tamah, dan memiliki sikap kepedulian sosial. Bahkan ada yang menanyakan agar acara bhakti sosial semacam ini bisa dilakukan oleh Alumni secara rutin tahunan. Intinya warga sangat senang dengan adanya suasana yang cair dengan Kampus Singosari. **KAP3B News** HARAPAN WARGA SINGOSARI PATUT JADI PERHATIAN. BISA SAJA ALUMNI LAIN DARI ANGKATAN YANG BERBEDA MELANJUTKAN AKSI PEDULI SOSIAL ITU.....SEMOGA!!!!