Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today44
Yesterday1111
This week44
This month18772
Total1034166

Visitor IP : 3.236.122.9
Unknown ? Unknown Mon 17 May 2021 01:11

       Angkatan XII masih punya greget untuk bersilaturahmi, meskipun di tengah kesibukan kerja sehari-hari. Pada Jumat malam 14 Mei lalu Angkatan XII itu kembali mengadakan acara temu kangen di tempat biasa, yakni RM Rice Bowl yang terkenal dengan menu bebeknya di Mall Artha Gading. Ada 11 Alumni yang ikut bergabung dalam pertemuan itu. Nampak bebeberapa “wajah” baru di meja makan yang menjadi langganan Angkatan 12. Antara lain Abah Darwis, Capt. Bangun, Siswoyo, Natanil, Pitoyo dan Misni. Adapun “wajah lama” antara lain, Kol. Mardiono, Feri, Husu dan Udin (dalam wayang bisa dibilang puna kawan). Kali ini ada yang luar biasa. Bukan karena soal menu atau karena tanpa diikuti para isteri, tetapi lantaran kehadiran “Abah Darwis” dengan celana jeans bak anak muda, bukan dengan sarung yang merupakan pakaian dinas dan kebesarannya sehari-hari. Padahal sebetulnya bagi pengunjung Mall Artha Gading yang kebanyakan dengan pakaian minim (ehhemmm …abah) kehadiran Abah Darwis itu biasa-biasa saja, justru luar biasa kalau Abah memakai baju biasanya. Woww… nanti dibilang mau ngaji Bah. Karuan saja, kehadiran Abah Darwis yang juga disapa dengan “Juragan” itu jadi bahan celotehan untuk lebih mencairkan suasana pertemuan. Nah… tau tidak, ternyata sebenarnya Abah Darwis tadinya mau pake sarung, tetapi karena ada agenda pertemuan lain dengan orang yang dianggap penting terpaksa Ia pakai celana panjang. Jadi, untung Abah Darwis Gak Pake sarung, kalau pake sarung plus kalungan surban wahh…bisa jadi perhatian orang di sana. Sergah Pak Haji Darwis, kalau pake sarung itu lebih praktis katanya dan lebih isis…, jadi kemana-mana nih Bah… Dalam pertemuan itu, Angkatan XII kembali mematangkan acara untuk reuni unik serba 12 (angkatan 12, tahun 12, bulan 12, tanggal 12). Antara lain soal kesiapan “kocek”, tempat acara sampai bentuk acaranya agar lebih terkesan dari biasanya. Di akhir pertemuan, seperti biasa, Mardiono yang selama ini dikenal “provokator” agar alumni P3B tetap menggeliat, Ia tak bosan-bosannya untuk “ngopyak-ngopyak” bagi yang belum bayar iuran KAP3B maupun Angkatan XII agar segera membereskannya. “Ayo, untuk KAP3B Cuma sepuluh ribu rupiah perbulan, siapa yang mau bayar setahun sekalian atau syukur-syukur beberapa tahun gakpapa,” seru Mardiono dengan nada canda. Tak sia-sia. Beberapa Alumni langsung mencabut dompetnya dan beberapa lembar uang sebagian kecil hasil jerih payahnya diserahkan kepada Mardiono untuk kepentingan iuran. **KAP3B News**