Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today35
Yesterday1111
This week35
This month18763
Total1034157

Visitor IP : 3.236.122.9
Unknown ? Unknown Mon 17 May 2021 00:47

        Hari itu Saptu tanggal 27 February 2010 rumah Toto Sugianto10 yang biasanya hening mendadak “disulap” menjadi seperti Kafe. Alunan live music bernuansa kenangan serta lagu-lagu khas daerah lengkap dengan sajian Penyanyinya yang sangat menarik yaitu Isye KDI, siap dinikmati para tamu yang hadir. Ya, hari itu rumah TS-10 menjadi saksi bisu diadakannya kembali silaturahmi dan temu kangen Alumni P3B khusus angkatan X. Dan sejatinya, pertemuan itu “ruhnya” adalah untuk memantapkan rencana temu kangen akbar angkatan 10 pada bulan 10 tanggal 10 tahun ’10 ini yang akan dimulai jam 10 pagi dan direncanakan selesai jam 10 malam. Sesuai rencana, acara itu akan diadakan di Semarang, agar lebih bermakna untuk mengenag jejak-jejak bersejarah saat pendidikan dulu. Tidak tanggung-tanggung, Sedulur10 yang hadir yaitu 44 Alumni dan ditambah lebih dari 25 orang anggota keluarganya tumplek-bleg meramaikan acara itu.

         Di sana selain para Alumni yang ada di JaBoDeTaBek. juga hadir alumni dari luar kota,seperti Padang, Menado, Palembang, Lampung, Bali, JaTim, JaTeng dan bahkan dari Jepang yakni “Mr. Petrus”turut pula nongol. Seperti biasa, “Tradisi Basis” yang merupakan bagian dari khas Sedulur10 tetap diterapkan. Yakni, siapa yang lupa mengenal nama satu sama lain harus push-up. Sudah bisa ditebak, bagi yang kurang aktif kumpul-kumpul dan didukung dengan factor umur yang makin “udzur” maka Ia akan lambat atau bahkan sama sekali tak ingat terhadap beberapa nama Alumni. Biasanya sih, Mereka selalu mengatakan…. wajah masih dikit-dikit ingat tapi nama lupa. Nah… inilah calon korban Basis ulang, yakni pus-up. Suasana berubah sangat hebooh…..saat Danyon Sedulur10 semasa di Asrama yaitu Hayom Dwiporo10 tiba-tiba memberikan aba-aba….Taruna berdiri semuaa!!!…..anehnya dengan spontan….semua Sedulur10 yang hadir cepat-cepat berdiri…..dan diperintahkan…Tarrr…lari di tempat!!! Semua Sedulur10 akhirnya juga lari-lari di tempat…..dan Danyon perintahkan Salepo10 untuk menyanyikan lagu ‘Jurit malam’….yang diikuti oleh semua yang hadir…..

       dengan tingkah polah Salepo10 yang ternyata ‘hafal mati’ lagu tersebut….membuat suasana sangat hebooh dengan gelak tawa dan saling memberikan ‘celotehan’ khas Asrama…..dari Roti Abeco, Sayap ayam…..dan sampai saling mengejek kepada Salepo10 bahwa Ia tidak pernah mengikuti Jurit malam….tetapi memang selalu menghafalkan lagu tersebut…….Sampai-sampai terdengar komentar dari salah satu anak….Lho…Papaku kok lucu ya…kayak anak kecil saja……Ha ha ha ha…itulah kelakuan Bejan Group kalau sudah kumpul…..Lupa Umur!!! Sebuah jam dinding unik di rumah TS-10 sudah menunjukkan angka 12 siang. Setelah ramah-tamah sejak pukul 10-an seraya menunggu yang hadir, dan menikmati Lunch serta Sholat berjamaah yang di-Imami oleh Syafrizal Duin, akhirnya sedikit serius acara dimulai. Menariknya, dari sederetan acara itu turut tampil untuk mengisi adalah Sang Motivator spiritual kondang DR.M.Kana Sutrisna Suryadilaga (Owner dari Quality Leadership Management) atau Pengarang buku The Balance Way, yang dalam kesempatan itu tanpa bermaksud menggurui,tapi berbagi cerita dan membangkitkan kembali arti pentingnya sebuah silaturahmi. Dengan tema yang diambil ‘The Power Of Sharing’ disana terungkap betapa dahsyatnya manfaat sebuah silaturahmi dan berbagi satu dengan yang lainnya. Selain itu, juga tampil salah satu “Anak asuh” Sedulur10 yakni Ratna Ajeng Himawari (biasa disapa Ama). Ia adalah putri ke-2 Yogo Pranoto-10 (Alm.) yang meninggal dalam tugas berlayar sekitar tahun 1991. Kini oleh Sedulur10, Ama diberikan bea siswa 100% untuk pendidikan P3B (kini jadi PIP) Semarang. Dan kini Ia telah memasuki semerter II jurusan Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, angkatan 46. Sedikit mengharukan, saat Ama mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada para Seniornya yang hadir di sana dan berjanji untuk belajar keras serta berprestasi.

         Nampak pula yang sempat menyedot perhatian adalah hadirnya Isteri dari Yohanes Maryoto (Alm) yang dipanggil Tuhan beberapa waktu silam. Dengan mata yang berkaca-kaca, dalam “testimoninya” Ny. Maryoto itu mengungkapkan rasa harunya atas keperdulian dan rasa kekeluargaan yang diberikan oleh Sedulur10 di bawah Koordinator TS-10, Sejak Almarhum sakit sampai dengan pemakamannya…. Dengan terbata-bata, meminta maaf apabila ada kesalahan dari sang Suami dan juga sangat berterima kasih atas semua bantuannya…..dan berharap rasa kekeluargaan dan suasana seperti ini terus tetap dipertahankan….. Puncaknya, dengan dipandu Herwin-10 sebagai Ketua Panitia, rencana acara “serba 10” dimatangkan hingga ke teknisnya. Tak terasa dendang jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih. Meski secara resmi telah ditutup dengan lagu“kapan-kapan” dan “kemesraan”, namun tetap saja beberapa Alumni berat untuk beranjak kaki, karena masih asyik ngobrol ngalor-ngidul. Barulah setelah jam setengah 6 sore, satu-satu persatu melambaikan tangan untuk pisah, dan akhirnya kembalilah Rumah TS-10 seperti semula, tapi menyimpan saksi bisu. Tinggal suara kemercik air di taman dan senyum puas TS-10 beserta keluarga besarnya yang memecahkan keheningan rumah itu. SAYONARA TAAR……….!, SAMPAI KETEMU LAGI DI EPISODE BERIKUTNYA. SALAM. **KAP3B News **