Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today1079
Yesterday1035
This week3444
This month5685
Total1021079

Visitor IP : 3.238.71.80
Unknown ? Unknown Wed 05 May 2021 21:44

      Selain memuaskan sesama mantan penghuni “LP Singosari” (LP disini maksudnya Lembaga Pendidikan), temu kangen angkatan XII di Villa Ronella milik Rudi Pical yang sejuk dengan pemandangan indah, ternyata juga dapat menghibur keluarga alumni yang ikut di acara itu. Mulai dari para “mantan pacar” sampai anak –anak dari mereka dibuat betah disana. Pada malamnya, sambil menyantap cemilan penghangat, seperti ubi dan pisang goreng serta jagung dan sosis bakar plus secangkir kopi/teh, pertemuan keakraban sambil menyanyi terus mengalir. Tak sedikit yang tergoda untuk turut bergoyang pinggul, termasuk “si abah” dengan “almamater” sarungya terhipnotis untuk goyang pula. Terasa sampai-sampai jarum jam kecil menunjukkan di angka 12.00 malam lebih. Selanjutnya, oleh Koordinator Mardiono semua diinstruksikan untuk istirahat malam. “Bagi yang membawa keluarga disediakan kamar, sedangkan yang bujang tidur bareng-bareng satu ruangan,” kata Mardiono. Pagi harinya, layaknya di asrama dulu, semua diminta untuk apel. Kalau dulu apelnya pagi-pagi betul dan siap-siap berhadapan dengan mbah Bejan, tapi kali ini apelnya untuk menyeruput hidangan pagi berupa “SABU” (Sarapan Bubur). Usai “NYABU” (Nyarap Bubur), para bapak-bapak digiring ke sebuah ruangan untuk melanjutkan “ngrumpinya” soal kelanjutan program kerja angkatan XII. Sedangkan para ibu dan anak di bawah panduan “Pak Udin” diadakan lomba-lomba.

    Tujuannya adalah lebih mengakrabkan di antara keluarga satu dengan lainnya. Meskipun permainannya tergolong klasik, seperti memukul kendi dengan mata tertutup, namun meriahnya teriakan nyaris menyamai teriakan supporter bola BONEK. Untuk lebih terkesan, semua anak-anak yang hadir mendapatkan bingkisan menarik dari panitia. Menjelang perpisahan, seolah tak mau kemesraan itu cepat berlalu, sang tuang rumah Rudi Pical membuat sayembara dengan hadiah langsung cash. Begitu teka-tekinya terjawab, kontan saja ia kembali merogoh koceknya Rp.500 ribu untuk hadiah bagi yang bisa menjawabnya. Kontan saja, ini membuat suasana makin akrab. SAYONARA …SAMPAI BERJUMPA PADA REUNI BERIKUTNYA, SEMOGA LEBIH MERIAH LAGI……………… Mardiono Jualan Souvenir, Demi Kas KAP3B Pusat Mungkin saja, kalau adapembagian penghargaan atas terselenggaranya reuni XII tersebut yang tergolong sukses, maka Kolonel Mardiono-lah sang koordinator yang layak pertama kali menyabetnya, disusul mungkin panitia lain seperti Rudi Pical, Husu, Ferry, Udin dan beberapa lainnya.

       Betapa tidak, dengan segala waktu dan kekuatan yang Ia miliki, maka banyak sekali tethek bengek yang menyangkut acara reuni itu Ia tangani sendiri. Mulai ngurus logistik, kamar penginapan sampai memimpin pertemuan-pertemuan lainnya. Nampaknya, bagi Mardiono soal capek adalah urusan belakang, yang penting tempur dulu. Menariknya dan ini patut diacungi 2 jempol kita, meski harus riwa-riwi demi acara itu, Mardiono tak lupa prihatin atas kondisi organisasi KAP3B Pusat yang keuangannya ibarat lampu byar pet bahkan selalu MINUS. Buktinya, Ia sempatkan pula dalam acara itu untuk membawa pernik-pernik dari Sekretariat KAP3B Pusat berupa kaos, Kemeja, Sweater, Jasket dan sticker untuk alumni yang hadir dengan catatan harus ada ongkos ganti cetak dan sedikit keuntungan yang akan dimasukkan ke dalam kas KAP3B Pusat. Begitu dagangan dibuka, langsung ludes, karena ternyata usut punya usut urusan pembayaran akan ditekel olehRudi Pical. **News KAP3B **