Tuesday, 16th October 2018 11:02:46

SBY Batal Jadi Inspektur Upacara Wisuda Gabungan Diklat Perhubungan

       Sebanyak 785 calon wisudawan gabungan dari lingkungan Diklat Perhubungan, baik darat, laut dan udara sejak pukul 07.00 WIB hari ini (4 Juni 2009) sudah siap di lapangan Monas. Dengan atribut kebesaran Almamater masing-masing, mereka siap “dibaiat” Pemerintah setelah mengikuti proses jenjang pendidikan tertentu. Awalnya, disebut-sebut akan bertindak sebagai inspektur upacara (“pembaiat”) adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai “ kado” kenang-kenangan pada masa-masa berakhirnya kepemimpinan dia periode 2004-2009. Namun sayang sejuta sayang, “mimpi” calon para ahli transportasi itu untuk diwisuda RI-1 tinggallah mimpi. Sebab, ternyata Presiden SBY berhalangan hadir. Padahal, skenario upacara didesain untuk seorang SBY. Indikasinya adalah adanya hiburan Reog Ponorogo yang merupakan budaya khas wilayah sekitar kelahiran SBY. Selain itu, lantunan Drum Band dari para taruna ada yang berlirikkan lagu kesukaan SBY, yakni “Ada Pelangi Di matamu”. Akhirnya seperti kata pepatah : tak ada rotan Akarpun jadi, tak ada SBY, Menteri Perhubungan-pun jadi. Ya benar, SBY tak datang, akhirnya bertindak selaku inspektur upacara adalah Menteri Perhubungan (MenHub) RI, Jusman Syafii Djamal.

       Tepat pukul 08.00 WIB, upacara wisuda gabungan dimulai, antara lain dari BP2IP Tangerang, BP3IP Sunter, STIP Marunda, PIP Semarang., BP2IP Surabaya, PIP Makassar dan BP2IP Barombong . Selain itu juga dari STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) Bekasi dan STPI (Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan Indonesia) Curug. Nampak hadir beberapa alumni P3B adalah Ridwan Setiawan yang juga Ketua Umum KAP3B, Kol. Maghoni, Capt. Bambang Purnomo yang kini juga sebagai Direktur PIP, Chaerul DJ, Eddy Warso Purnomo dan beberapa lainnya. MenHub Jusman Syafii Djamal dalam salah satu sambutannya meminta kepada para peserta wisuda agar tak cepat puas ilmu yangdidapat selama ini. Jadikan ini awal dari perjuangan di dunia transportasi. Terus meningkatkan kemampuan karena teknologi transportasi bergulir begitu cepat. Usai upacara, hampir semua secara serentak para wisudawan melempar topi ke udara sekuat tenaga. Tidak tahu pasti, apakah itu meluapkan kebahagiaan atau kekecewaan lantaran tak jadi diwisuda SBY. Seperti halnya pergerakan Bajaj dan Metromini (yang di Jakarta lho), HANYA TUHAN DAN DIA SENDIRI YANG TAHU. **KAP3P News**