Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today279
Yesterday593
This week1497
This month279
Total732905

Visitor IP : 18.232.51.69
Unknown ? Unknown Wed 01 Apr 2020 11:29

     Hiruk-pikuk panggung politik menjelang Pemilu Legislatif pada 9 April nanti yang kini kian memanas, tak menyurutkan manajemen Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Mauk-Tangerang untuk tetap melakukan tugasnya dalam mencetak Pelaut yang handal. Buktinya, baru-baru ini (18 Maret 2009) lembaga yang dipimpin oleh Suwondo, salah satu anggota KAP3B angkatan I ini menggelar wisuda pada 36 perwira pelayaran niaga angkatan ke II. Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Laut, Joko Pramono, Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Hutomo, Departemen Perhubungan dan jajaran pejabat di lingkungan Badan Diklat Departemen Perhubungan. Dalam sambutannya Joko Pramono menyatakan bahwa pangsa pasar tenaga kerja di sektor maritim adalah sektor pasar yang diperebutkan oleh negara-negara maju, seperti Amerika dan Eropa. Namun saat ini terjadi kekurangan jumlah Pelaut secara global yang jumlahnya mencapai 34.000 orang. Kondisi tersebut akan semakin diperparah, dengan adanya tingkat pertumbuhan armada kapal dunia. “Diproyeksikan pada tahun 2012 jumlah kekurangan perwira kapal niaga akan menjadi 83.000 orang, kata Joko Pramono, dalam sambutannya mewakili Kepala Badan Diklat Departemen Perhubungan. Dikatakan, kelangkaan Pelaut juga terjadi di Indonesia, sehingga pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar profesi Pelaut bertambah jumlahnya. Kepala BP2IP Suwondo pada laporannya menyatakan bahwa penyerapan lulusan BP2IP Tangerang telah digunakan oleh berbagai Perusahaan pelayaran, baik domestik dan luar negeri serta BUMN/Instansi Pemerintah. “Ini menunjukan kompetensi yang dimiliki dari lulusan sekolah pelayaran sangat dibutuhkan saat ini dan pada waktu mendatang dalam jangka panjang,” ungkap Suwondo. Dalam statistik BP2IP Tangerang tercatat serapan lulusannya diterima pada perusahaan pelayaran asing sebesar 30%, perusahaan pelayaran domestik 67% dan BUMN/Instansi pemerintah 3%,” ungkap Suwondo. Selanjutnya wisudawan akan bekerja pada perusahaan pelayaran baik dalam maupun luar negeri. Perusahaan pelayaran dan crew manning yang telah siap menampung mereka antara lain PT. NYK Lines Indonesia, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, PT Taruna Cipta Kencana, PT. AAPL Indonesia, PT. Sumber Bakat Insani dan PT Asahi Shipping Co. Ltd Japan. Saat ini BP2IP Mauk, Tangerang melaksanakan pilot project officer Plus 60 program diploma IV jurusan Nautika dan Teknika yang diselenggarakan atas kerjasama antara Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dan BP2IP Tangerang. Penyelenggaraan program ini, kata Suwondo diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan personil di sektor Perhubungan laut yang kompeten dan handal. Program ini diharapkan kelak dapat menghasilkan kader-kader yang mampu menunaikan tugas-tugas di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang berfungsi sebagai regulator di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut. “Sebagai Insan Perhubungan akan dituntut oleh masyarakat untuk mampu membuktikan bahwa dapat menjamin keselamatan moda transportasi, Hal tersebut sejalan dengan program Departemen Perhubungan dalam upaya mewujudkan keselamatan transportasi dan pencegahan kecelakaan menuju titik terendah melalui Roadmap To Zero Accident,” papar Suwondo. **KAP3B News**