Saturday, 23rd June 2018 03:48:04

Perwira Kapal = Pemimpin + Manajer *Oleh: DR. Yusuf Ali. ANT-II

1.     Pendahuluan.         

 Pemimpin adalah seseorang yang dipercaya untuk memimpin kelompok atau kumpulan orang yang menjadi bawahannya. Perwira diatas kapal ( semua tingkatan jabatan Officer dikapal sampai dengan Nahkoda/Captain), adalah seseorang yang disiapkan dan akan diberi otoritas untuk memimpin sekelompok orang, dengan demikian Perwira Kapal adalah Pemimpin.

 Manajer adalah seseorang yang menyelesaikan pekerjaannya melalui orang lain. di dalam  organisasi sebuah kapal, seorang Perwira yang memiliki jabatan diatas kapal akan menyelesaikan tugasnya melalui kinerja bawahannya (memiliki bawahan yang membantu penyelesaian pekerjaannya), oleh karena itu secara umum perwira diatas kapal adalah pemimpin sekaligus manajer.Dengan dimilikinya peran ganda perwira sebagai pemimpin dan manajer tersebut, maka seorang perwira harus memiliki pemahaman tentang bagaimana menjadi pemimpin dan manajer. Perwira harus bisa menjadi pemimpin dan manajer, jika ingin berhasil melaksanakan tugas dan sukses dalam karier.

 

  1. Pemimpin

Secara sederhana seseorang dikatakan sebagai pemimpin jika orang lain mau bekerja atau mau melaksanakan apa yang diperintahkannya secara sukarela.Berarti seorang pemimpin adalah orang yang sangat dipercaya oleh bawahannya, karenamustahil bagi seseorang untuk bisa secara sukarela melaksanakan perintah orang lain jika dia tidak memiliki kepercayaan kepada sipemberi perintah tersebut sebagai pemimpinnya.Kepercayaan bawahannya merupakan modal utama bagi seorang pemimpin.Didalam organisasi militer, seorang perwira diberi otoritas untuk memberi perintah dan memimpin bawahannya, sementara bawahan harus tunduk dan taat kepada pemimpinnya.

Ketetapan ini bukan berarti meninabobokan perwira untuk seenaknya saja memerintah bawahannya. Mengingat pentingnya kepercayaan bawahan kepada pemimpinnya, maka seorang perwira tetap harus berupaya merebut kepercayaan dari bawahannya, hal ini harus dilakukan agar kepemimpinannya dapat  berjalan efektif. Karakter seorang pemimpin berperan penting dalam menciptakan kepercayaan bawahan kepada pemimpinnya.Sifat jujur, berani tegar, berwibawa adalah sebagian sifat yang membentuk karakter pemimpin yang baik. Seorang perwira tentunya sudah mendapat pelajaran tentang sifat pemimpin, yang membentuk karakter pemimpin yang baik, serta tentang 11 ( Sebelas ) azas kepemimpinan yang harus di terapkan oleh seorang perwira dalam memimpin (diantaranya Tut wuri handayani, Ing madyo mangun karso, Ing ngarso sung tulodo,Taqwa, Waspada purba wasesa, Ambeg parama arta, Prasaja, Belaka, Legawa).Seorang pemimpin di harapkan memiliki kecerdasan ( IQ, EQ, SQ serta ketahan malangan) yang mumpuni, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan bawahan kepada pemimpinnya.

 

  1. Pemimpin Hebat

Kita bisa menemukanadanya pemimpin - pemimpin hebat disetiap zaman. Tetapi apakah pemimpin hebat tersebut tetap bisa hebat memimpin pada setiap zaman ?. Sejarah sudah membuktikan bahwa seorang pemimpin hebat yang tidak menyesuaikan diri dengan perubahan situasi kondisi dalam menerapkan gaya kepemimpinannya atau menampilkan karakter yang sesuai dengan situasi yang baru, maka dia akan gagal dalam kepemimpinannya. Hal ini didahului oleh mulai lunturnya kepercayaan bawahannya kepada pemimpinnya, oleh karena itu perwira sebagai seorang pemimpin harus memperhatikan karakter, serta menerapkan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.Contohnya adalah pilihlah gaya kepemimpinan otoriter jika bawahan memiliki tingkat disiplin yang rendah. Tetapi jika bawahan memiliki tingkat disiplin yang baik dan mampu melaksanakan tugasnya maka terapkan gaya kepemimpinan Demokratis. Demikian juga bila memimpin kelompok para ahli gunakan gaya bebas / alang - alang dalam memimpin, agar inovasi / ide baru tetap mengalir. Secara umum, bawahan menginginkan pimpinan yang inspiratif, memberi motivasi kepada bawahannya dan mewujudkan kesejahteraan. Di dalam suatu organisasi pemimpin – pemimpin hebat itu dibentuk melalui pendidikan dan latihan yang berjenjang serta pemberian pengalaman penugasan di satuan maupun tugas – tugas yang menantang lainnya untuk seorang calon pemimpin.Perwira  akan menjadi pemimpin yang hebat jika berkarakter, pandai memilih gaya kepemimpinan yang tepat pada setiap situasi dan kondisi / zaman serta memiliki taktik mempengaruhi yang handal.

 

  1. Manajer Efektif / Sukses

Perwira berperan sebagai seorang manajer karena harus dapat mengelola pekerjaan serta menyelesaikan pekerjaan melalui kinerja bawahanya. Ada pomeo dilingkungan militer tidak ada bawahan yang salah, yang salah adalah perwira / atasannya, ini menguatkan pendapat tentang perwira sebagai manajer yang pekerjaannya dikerjakan oleh orang lain / bawahannya melalui perintah – perintah yang diberikan. Untuk bisa menjadi manajer yang efektif, maka perwira harus memiliki keterampilan manajemen,  antara lain :

 

a.       Keterampilan Tehnis.

Hal ini berhubungan dengan bidang tugasnya, misalnya perwira mesin yang bertugas diatas kapal sesuai tingkatannya memiliki job description yang sudah jelas, maka sebagai perwira mesin Ia harus memiliki pengetahuan tentang bidang tugas sesuai tingkatannya, dengan demikian perwira sebagai manajer diharapkan memiliki keterampilan tehnis berupa pengetahuan atau keahlian khusus di bidangnnya.

 

b.       Keterampilan Personal

Keterampilan ini meliputi kemampuan bekerjasama, kemampuan memahami dan kemampuan memotivasi.Perwira sebagai manajer harus dapat bekerja sama dalam arti tidak egois (memiliki kecerdasan emosional/EQ), perwira harus memahami masalah bawahannya dan mampu memberi motivasi kepada bawahannya sehingga tetap bersemangat menyelesaikan tugas sesuai target yang telah ditentukan.

 

c.       Keterampilan Konsepsional.

Keterampilan ini merupakan kemampuan mental untuk menganalisis, mendiagnosis situasi yang rumit untuk selanjutnya mengambil keputusan yang tepat. Bawahan bekerja berdasarkan keputusan yang diambil oleh perwira selaku manajer.

      Selain harus memiliki keterampilan seperti dijelaskan diatas, perwira sebagai manajer harus melakukan kegiatan sebagai berikut :

 

a)        Melaksanakan kegiatan manajemen tradisional meliputi pengambilan  keputusan selanjutnya merencanakan, melaksana- kan, mengendalikan dan mengawasi pekerjaan yang telah diperintahkan.

 

b)        Melaksanakan kegiatan komunikasi meliputi bertukar informasi kepada atasan, teman sejawat maupun kepada bawahan, selanjutnya melaksanakan proses dokumentasi agar informasi penting dan berguna tersebut dapat terus di alirkan.

 

c)        Melaksanakan kegiatan manajemen yang berhubungan dengan sumber daya manusia, meliputi kegiatan memotivasi, mendisiplinkan, mengelola konflik, mengalokasikan staf dan melatih bawahan.Sumber daya manusia yang menjadi tanggung jawab serta bawahanpara perwira selaku manajer, adalah aset penting yang selalu harus berdaya guna dan selalu siap bertugas dengan baik.

 

d)        Melaksanakan kegiatan pembentukan jaringan, meliputi kegiatan berasosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.Kegiatan pembentukan jaringan ini merupakan variabel dominan untuk menjadikan perwira sebagai manajer yang sukses. Secara umum ukuran manajer sukses adalah jika dia secara berjenjang dipercaya menempati posisi sampai dengan Top Manajer/ Manajer puncak  ( Pimpinan kapal/ Pimpinan Organisasi/ Pimpinan Perusahaan ).  Tetapi perlu diingat oleh perwira agar mengutamakan untuk menjadi manajer efektif  terlebih dahulu dengan menerapkan langkah – langkah sebelum kegiatan pembentukan jaringan, karena manajer efektif yang sukses akan bertahan lama menikmati kesuksesannya.Manajer yang tidak efektif tapi kemudian menjadi manajer sukses karena mengandalkan pembentukan jaringan saja, tidak akan lama menikmati kesuksesannya, karena walaupun sukses menempati posisi yang diinginkan,  tetapi kinerja yang dihasilkan menunjukkan yang bersangkutan bukan manajer efektif sehingga penilaian kinerjanya tidak baik.

 

  1. Hasil Kepemimpinan

Akumulasi dari kegiatan perwira selaku pimpinan dan manajer adalah hasil kepemimpinannya.Untuk memperoleh hasil kepemimpinan yang baik, maka perwira harus memperhatikan variabel – variabel yang mempengaruhi antara lain : Visi pemimpin, Pendidikan / Latihan / Bimbingan, Keterampilan bawahan dan dukungan bawahan. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Untuk memperoleh hasil kepemimpinan yang baik, maka Perwira harus mempunyai visi berupa harapan yang ingin dicapai, sehingga untuk mencapai harapan tersebut, perwira harus melakukan pendidikan, latihan serta bimbingan untuk dirinya sendiri maupun untuk bawahannya, sehingga dicapai tingkat pengetahuan serta keterampilan sesuai standar yang ingin dicapai. Selanjutnya perwira harus berupaya memperoleh dukungan dari bawahannya sehingga mereka secara sukarela dan sepenuh hati melaksanakan tugasnya. Kepercayaan bawahan kepada pimpinan akan tinggi jika pimpinan selalu menjadi contoh bagi bawahannya ( Sebagai suritauladan ).

                                       

  1.    Kesimpulan.

               Perwira adalah pemimpin sekaligus manajer, karena perwira memiliki bawahan yang akan melaksanakan tugas / pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karenanya seorang perwira harus memiliki kemampuan sebagai pemimpin dan manajer.

              Mau berubah dan mau melakukan perubahan adalah kata kuncinya.Konsep sederhana perubahan diri adalah :

 

-         Mulai dari diri sendiri

-         Mulai dari sekarang

-         Mulai dari yang kecil

 

Akhirnya penulis berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat memberi manfaat untuk kejayaan Pelaut.

 

 

 
 

Penulis

Dr Yusuf Ali, Ant III

 

 

Dr. Yusuf Ali, S.E., M.M.

      Kolonel Cba  NRP 33586