Wednesday, 24th October 2018 10:38:55

Bid. Humas dan Umum Hadiri Bon Voyage XXXVIII BP3IP Jakarta

Balai Besar Pendidikan, Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta kembali melahirkan SDM Pelaut Tingkat –I, sebagai puncak tertinggi dalam jenjang diklat kepelautan. Kali ini tercatat 117 Perwira Pelayaran Niaga Tingkat-I yang dicetak di lembaga tersebut yang pelepasannya dilakukan melalui upacara Bon Voyage ke-38 pada Tanggal 24 Mei 2017 di Balai Samudera Kelapa Gading Jakarta Utara. Dari jumlah itu, 14 diantaranya adalah Alumni P3B Semarang. DPP KAP3B Semarang mendapat kehormatan berupa undangan yang dihadiri oleh Bidang Humas dan Umum, Harya Dwi Kusuma-31.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Bon Voyage ke -38 BP3IP Jakarta itu adalah Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Dr. Ir. Djoko Sasono atas nama Menteri Perhubungan RI yang berhalangan hadir. Bon Voyage ditandai dengan pengalungan samir oleh Inspektur Upacara kepada perwakilan peserta.

Dalam  satu sambutannya yang dibacakan oleh Djoko Sasono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pekerjaan di atas kapal adalah penuh dengan resiko dan bahaya, karena itu dibutuhkan keahlian dan keterampilan untuk mengatasinya, yang dibuktikan dengan Sertifikat Kompetensi (Certificate of Competency) dan Sertifikat Keterampilan (Certificate of Proficiency).

"Saya ingatkan bahwa pada hari ini, merupakan langkah awal saudara untuk meraih cita-cita menduduki jabatan tertinggi di kapal niaga sesuai dengan keahliannya, tentunya harus memiliki perbedaan dalam bersikap, bertindak baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sosial. Manfaatkanlah sebaik-baiknya pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang telah saudara dapatkan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan di BP3IP Jakarta, sebagai almamater yang dapat terus melekat dalam perjalanan karir saudara dan selalu menjaga nama baiknya,” katanya.

Dikatakan, Data KNKT menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan kapal mulai tahun 2010 sampai dengan 2016 terjadi 15 (lima belas) kecelakaan, yang memakan korban jiwa meninggal 337 orang dan luka-luka 474 orang. Dan dipertegas oleh KNKT bahwa 41% kecelakaan kapal disebabkan oleh human error dan sisanya faktor teknis, sehingga dapat disimpulkan bahwa manusia menjadi faktor yang paling dominan kecelakaan kapal.

Sementara itu, Direktur BP3IP Jakarta, Capt. Mulder Mustafa mengatakan, kepada masing-masing peserta Bon Voyage diberikan Tanda Tamat Diklat Pelaut Tingkat-I Nautika dan Tanda Tamat Diklat Pelaut Tingkat-I Teknika.

Selanjutnya berdasarkan pasal 5 peraturan pemerintah RI No. 7 tahun 2000 tentang kepelautan untuk yang telah memperoleh Sertifikat Ahli Nautika Tingkat-I diberikan predikat kepelautan Master Mariner dan untuk yang telah memperoleh Sertifikat Ahli Teknika Tingkat-I diberikan predikat kepelautan Master Marine Engineer.

 *News