Friday, 19th January 2018 04:29:52

Sertifikat Pelaut Dicetak Lagi di PERURI, Selesai Akhir Februari 2014

Menanggapi isu kelangkaan sertifikat pelaut saat ini, Direktur Perkapalan dan Kepelautan  Ditjen Perhubungan Laut Capt. Yan Risuandi menyatakan, yang langka itu sertifikat pelaut standar STCW 1995.  Sertifikat itu  dicetak pada tahun 2013, namun tidak mencukupi. Hal itu terjadi karena adanya perubahan proses pengadaan sertifikat terkait dengan ketentuan birokrasi dan prosedur yang diatur dalam perundang-undangan pengadaan barang negara. Saat ini tengah proses cetak di PERURI dan diperkirakan selesai akhir Februari 2014.

Kelangkaan blanko sertifikat ini bukan saja menimpa Direktorat Perhubungan Laut, tetapi juga instansi-instansi pemerintah lainnya.  Hal itu terjadi  karena adanya perubahan anggaran pembiayaan dari negara yang dituangkan dalam Perpres 70 tahun 2012.

Selama ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) sebenarnya bisa langsung mencetak sertifikat. Tapi terkendala Perpres 70 tahun 2012 yang mengatur untuk setiap proyek pembiayaan negara yang nilainya di atas 200 juta rupiah harus melalui proses tender.

Proses tender itu yang harus dilalui. Mulai dari pengumuman lelang,  pemeriksaan dokumen peserta  lelang, pengumuman pemenang lelang, sampai pada tahap percetakan, membutuhkan waktu lama. Sehinggga blanko sertifikat baru selesai dicetak pada September 2013, tapi juga masih kurang. Dan kini sudah dicetak kembali oleh Perum Peruri dan akan selesai pada akhir Februari ini.

“Dengan selesai pencetakan oleh Perum Peruri, akan mengatasi kelangkaan sertifikat pelaut saat ini,” sambung Capt. Yan Risuandi.

*News/Tab.Maritim