Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today454
Yesterday618
This week454
This month3186
Total908554

Visitor IP : 54.208.73.179
Unknown ? Unknown Mon 18 Jan 2021 17:30

 

Keluarga dari sebelas Anak Buah Kapal (ABK) ‘Tirta Samudera XXI’ yang tewas dan hilang di perairan Karimun Jawa mendapat santunan kecelakaan kerja dari PT Jamsostek.

Santunan senilai Rp2,225 miliar tersebut diserahkan oleh Dirjen Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja Kemenakertrans, Muji Handaya, didampingi Direktur Pelayanan PT Jamsostek (Persero), Achmad Riadi, kepada salah satu ahli waris ABK, Kambali, dalam Temu Konsultasi  Dokter Penasehat Tingkat Nasional, Rabu (3/4).

Seperti diketahui, 12 ABK Tirta Samudera XXI yang membawa muatan minyak stearin berangkat dari Pelabuhan Plaju, Marina, Palembang, menuju Pelabuhan Gresik, Jawa Timur,  tenggelam di perairan Karimun Jawa pada 10 Januari 2013 setelah kapal mengalami kebocoran.

Ke-12 ABK kemudian menaiki sekoci penyelamatan. Sekalipun sudah ditemukan tim SAR Semarang dengan pantauan helikopter, tapi penyelamatan tak bisa dilakukan karena terhalang kabut. Kemudian, sekoci pun hilang dari pantauan. Setelah dua pekan, tim SAR  akhirnya menemukan satu ABK selamat, 2 jasad ABK tewas dan sembilan lainnya dinyatakan hilang hingga sekarang.

“Kami telah menerima laporan kecelakaan tersebut pada 12 Januari lalu.  Namun proses pembayaran baru dilakukan April 2013, karena menunggu surat keputusan dari Basarnas dan kelengkapan dari masing-masing ahli waris yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Direktur Pelayanan Jamsostek  Achmad Riadi, dalam siaran persnya, Kamis (4/4).

PT Pelayaran Tirtacipta Mulyapersada merupakan peserta Jamsostek Cabang Batam II. Total tenaga kerja yang menjadi peserta aktif per Febuari 2013 sebanyak 345 orang dengan total iuran Rp 128.036.609.

Selama tahun 2012, Kacab Batam II membayarkan Jaminan Kecelakaan Kerja sebanyak 2.669 kasus sebesar Rp4,466 miliar, Jaminan Hari Tua (JHT) 11.949 kasus sebesar Rp66,965 miliar, Jaminan Kematian sebanyak 102 kasus sebesar Rp1,222 miliar dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) sebanyak 184.150 kasus sebesar Rp14,589 miliar.

(Sumber Tab. Maritim)