Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today1164
Yesterday1248
This week2412
This month32758
Total1364810

Visitor IP : 54.224.133.198
Unknown ? Unknown Tue 25 Jan 2022 17:54

    Ancaman Pelaut yang dikoordinir oleh KPI Priok bahwa akan melakukan demo terkiat lambatnya pembebasan 20 Kru MV Sinar Kudus bukan gertak sambal. Buktinya, sebagaimana janji Mereka, pada Hari Senin 18 April 2011 dengan iring-iringan 12 Metro Mini, 16 Mobil pribadi dan sekitar 32 motor “melabrak” Kantor Samudera Indonesia (SamInd). Sekitar pukul 09.10 WIB, Mereka tancap gas dari KPI Priok dan sampai di Kantor SamInd sekitar pukul 10.00WIB. 

    Melihat massa jumlahnya sekitar 800 orang yang mengawal beberapa Keluarga Kru MV Sinar Kudus, tanpa nego yang alot pihak Manajemen SamInd langsung menerima perwakilan Keluarga berunding di dalam. Dalam pertemuan ini Keluarga didampingi beberapa orang antara lain, Toto Sugianto-10 dan Sekretaris KPI Priok Riki Salaka. Sementara Sang Ketua KPI Priok Sylvester Hutahuruk atau biasa dipanggil “Si Rambo” tetap jaga-jaga di luar mengendalikan massa. Sekitar setengah jam berunding, akhirnya “Delegasi Korban MV Sinar Kudus” keluar dari Gedung SamInd dengan kecewa. Sebab, pihak SamIndmasih memberikan jawaban yang ngambang. Malah justru membuat Keluarga makin cemas lantaran menyatakan bahwa Perompak memberikan waktu penebusan hingga akhir Juni 2011. Atas jawaban yang ngambang itu, Keluarga dan Pelaut mendesak agar dalam 10 hari sejak saat itu pihak SamInd harus sudah memberikan kepastian pembebasan Kru Sinar Kudus dengan selamat. “Kalau dalam 10 hari tidak ada kepastian, Kami akan demo dengan massa lebih banyak lagi untuk menduduki SamInd.

      Bahkan, kami akan menyarankan agar Nakhoda Kapal menjual kapal dan muatannya demi untuk menyelamatkan diri dan Kru-nya. Dan Kami Pelaut siap di belakang keputusan Nakhoda untuk mengambil langkah menjual kapal dan muatannya ini,” ‘tegas Sylvester yang disambut yel-yel massa. Dari Kantor SamInd, massa kemudian mengawal sejumlah Keluarga MV Sinar Kudus yang sebagian besar Isteri-Isteri dan Anaknya, menyampaikan aspirasinya ke Istana Negara. Di sini, perwakilan Keluarga diterima petugas Sekretariat Negara dan menyerahkan surat kepada Presiden SBY yang isinya mendorong dan mendukung pemerintah dalam percepatan pembebasan Kru Sinar Kudus. Dari Istana, para Pelaut itu kembali ke markas KPI Priok. Aksi ini berjalan sangat tertib dan damai. Tidak ada sedikitpun aksi yang mencoreng missi demo damai itu. **KAP3B News**