Monday, 11th December 2017 21:58:17

SEJARAH P3B (PENDIDIKAN PERWIRA PELAYARAN BESAR) SEMARANG

 

Latar belakang sejarah

Pada tahun 1951, 6 tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia, satu-satunya sekolah maritime di Indonesia adalah sekolah pelayaran di Makasar yang sudah ada sejak tahun 1921 yang waktu itu bernama Sekolah Pelayaran Dasar (AIP, yang sekarang bernama STIP baru berdiri pada tahun 1953). 

Almarhum Laksamana M. Pardi, yang saat itu menjadi Komandan Pangkalan Angkatan Laut di Semarang memandang penting untuk mendidik anak bangsa Indonesia yang sejak dulu terkenal dengan kepelautannya, memiliki jiwa bahari yang tangguh, serta mengingat 2/3 dari wilayah Republik Indonesia terdiri dari lautan, sehingga untuk memperkuat armada niaga Indonesia dari bangsa Indonesia yang terdidik dan terlatih perlu didirikannya sekolah pelayaran. Maka pada tahun 1951, M.Pardi mendirikan sekolah pelayaran di Jalan Siwalan No.30, dengan diberi nama Sekolah Pelayaran Semarang (SPS), yang mendidik dan melatih calon pelaut bangsa Indonesia untuk tingkat dasar. 

Pada tahun 1955, program pendidikan dan pelatihan di SPS ditingkatkan menjadi sekolah yang mendidik dan melatih para calon pelaut mulai tingkat dasar sampai perwira tingkat menengah (Mualim dan Masinis). Oleh karena itu, namanya berobah menjadi Sekolah Pelayaran Menengah atau SPM Semarang, yang penyelenggaraan pendidikannya di bawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 

Pada tahun 1974, walaupun program SPM belum selesai (program SPM baru selesai tahun 1975), pemerintah Indonesia memandang penting untuk mendidik dan melatih calon pelaut Indonesia pada tingkat akademi dengan program singkat (crash program) mengingat kurangnya tenaga pelaut tingkat perwira (Mualim dan Masinis) pada armada niaga nasional saat itu. Maka pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membuka program pendidikan 2.5 tahun, dan merubah nama  institusi menjadi Pendidikan Perwira Pelayaran Besar (P3B), yang kemudian terkenal dengan nama P3B Semarang. 

Pada tahun 1979, Organisasi dalam Departemen Perhubungan mengalami perobahan besar dengan adanya Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan (Badan Diklat Perhubungan). Maka institusi P3B berobah menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) yang kemudian dikenal dengan BPLP Semarang. Yang sebelumnya P3B di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan laut, BPLP Semarang di bawah pengawasan Badan Diklat Perhubungan. Program diklat BPLP Semarang juga ditingkatkan menjadi program Strata-A (Setingkat S0) dengan lama pendidikan 3 tahun. Walaupun dengan nama institusi BPLP Semarang, namun program pendidikan P3B sendiri baru berakhir tahun 1981. 

BPLP Semarang beralamat di Jalan Singosari No.2A Semarang karena sejak 1976 dilakukan pengembangan area kampus dan asrama, sehingga memotong Jalan Siwalan. 

Program Strata-A di BPLP Semarang berjalan sampai tahun 1995. Sejak tahun 1995 program diklat ditingkatkan menjadi Diploma-IV (Setara S1) dengan lama pendidikan 4 tahun. 

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 81 Tahun 1999 Tgl. 13 Oktober 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja, nama BPLP Semarang dirubah menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, dengan program diklat yang sama yaitu Diploma-IV, dengan menambah bidang studi (jurusan) dari sebelumnya yang hanya jurusan Nautika dan Teknika, ditambah dengan jurusan Ketatalaksanaan dan Kepelabuhanan. 

Nama P3B dan lahirnya Korps Alumni P3B Semarang 

Walaupun nama institusi berubah-rubah, namun masyarakat Indonesia pada umumnya, masyarakat maritime pada khususnya, masih mengenal dengan nama P3B. Para taruna dan alumni BPLP Semarang pun banyak yang lebih senang dengan sebutan P3B. 

Pada tahun 1989 pimpinan institusi BPLP Semarang menghimbau kepada para alumni khususnya P3B dan BPLP untuk membentuk wadah ikatan alumni di kampus Jln Singosari 2A Semarang yang tujuannya agar para alumni dapat berpartisipasi aktif ikut memajukan almamaternya, serta sebagai wadah komunikasi antar alumni. Maka lahirlah Corps Alumni Bumi Singosari Semarang pada tahun 1990. Corps Alumni Bumi Singosari ini sempat melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) 2 kali namun kegiatannya tidak sesuai dengan tujuan dan yang diharapkan oleh para alumni. Selain  itu, sebelum dan sesudah dibentuknya organisasi Corps Alumni Bumi Singosari Semarang, para alumni yang berdomisili di luar Semarang dan di Perusahaan-Perusahaan Pelayaran  membentuk kelompok-kelompok alumni dengan nama yang berbeda-beda. 

Pada tahun 2006, para alumni dari SPS, SPM, P3B, BPLP dan PIP yang berdomisili dan bertugas di Jakarta melakukan konsolidasi dan mengadakan pertemuan-pertemuan secara intensif termasuk dengan Pengurus CABSS, sehingga akhirnya pada tanggal 17 Maret 2007 secara aklamasi diadakanlah Musyawarah Bersama dan disepakatilah untuk mengganti CABSS dengan nama Korps Alumni Pendidikan Perwira Pelayaran Besar Semarang yang disingkat dengan KAP3B Semarang. Pemakaian kata P3B dalam Korps Alumni ini merupakan symbol bahwa lulusan dari Institusi Pendidikan yang beralamat di Jalan Siwalan No. 30 atau saat ini Jalan Singosari No. 2A adalah para Perwira Pelayaran Besar. 

Selanjutnya, Korps Alumni P3B Semarang ini bertekad untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.