Sunday, 22nd April 2018 17:28:22

Silvester Hutauruk (Angk. IX), dari Kumpul-kumpul Hingga Memimpin KPI Priok Periode 2010-2015

        Bagi sebagian pihak, Capt. Silvester Hutauruk jebolan Singosari Angkatan IX sekilas mungkin dikenal sebagai sosok yang “Nyleneh” dengan segala khas kentalnya sebagai seorang Pelaut dan setumpuk predikat yang ada, serta gayanya yang masih kayak kawula muda. (Pokoknya, bagi sebagian kita kebayang deh…seperti apa Dia). Tapi tunggu dulu. Siapa sangka, di balik kesan nyleneh itu ternyata Ia mempunyai potensi kepemimpinan bagi sebuah massa yang patut diperhitungkan. Terbukti, kini Ia dipercaya untuk menduduki kursi kepemimpinan di KPI Priok yang konon mempunyai massa ribuan orang (Pelaut). Ia “didaulat” untuk jadi Ketua KPI Priok periode 2010-2015 melalui MUSDA KPI Priok pada tanggal 18 Maret 2010 silam. Saat Reporter KAP3B News “sowan” ke KPI Priok untuk berbincang-bincang dengan Dia, ketika mau masuk ke kantornya yang berlokasi di Kebon Bawang Jakarta Utara, kami sempat dibuat sedikit “terusik” dengan adanya tempelan kertas yang berisikan LARANGAN MEMBAWA MINUMAN KERAS dan SENJATA TAJAM ke dalam kantor itu. Instruksi tersebut dikeluarkan oleh Capt. Silvester Hutauruk. Kenapa terusik, karena sempat terbesit info bahwa Ia dikenal sebagai sosok yang masih punya hoby “menyeruput”, yang kalau dalam pelayaran dikenal sebagai cara untuk penghangat badan dan agar tidak mabuk laut. “Semua itu ada tempatnya masing-masing. Ini kantor ya untuk roda organisasi. Kalau mau minum ada tempatnya sendiri. Itulah prinsip yang saya terapkan,” jawab Silvester saat Reporter KAP3B News sedikit mengklarifikasi pengumuman itu dikaitkan dengan kebiasaan Dia sendiri. Artinya apa?. Meskipun masih ada image sedikit miring tentang Dia, toh ternyata masih ada sisi positifnya bagi seorang Silvester Hutauruk, yakni berupaya menempatkan sesuatu pada tempatnya secara proporsional dan professional. Jalan terjal menuju “KPI Priok-1” Bagi sebagian rekan-rekannya, mungkin melenggangnya Silvester Hutauruk-IX ke kursi nomor satu di KPI Priok sedikit membuat tercengang. Sebab, diam-diam, dan tanpa persiapan yang panjang Ia mampu bergerak cepat hingga akhirnya berhasil di sana. Walaupun ternyata perjalanan ke “KPI Priok 1” tidaklah mulus, melainkan ada lika-likunya yang cukup terjal. Kepada Reporter KAP3B News, yang kebetulan ada disampingnya “Sang Senior” yakni Ramses H. Sirait Angkatan VIII yang kebetulan sedang di darat dan mampir ke sana, Ia bercerita panjang soal perjalanan ke KPI itu. Awalnya, Ia bersama sejumlah pelaut yang selama ini “ngeriyung” di sebuah posko yang Ia bentuk di sekitar kantor Imigrasi Jakarta Utara, dibuat gerah dengan adanya Kongres KPI Pusat yang digelar pada pertengahan Desember 2009 lalu. Sebab, katanya kongres itu tidak mengundang pihaknya, sehingga Ia bersama sejumlah pelaut “Melabrak” ke arena Kongres yang digelar di sebuah Hotel Bandara Soekarno Hatta. Sempat terjadi ketegangan atas kehadiran kelompok ini, dan berkat loby-loby Silvester akhirnya Mereka diijinkan masuk sebagai peserta Kongres KPI. Dengan lapang dada, kata Silvester, meskipun ada kesan kelompok Dia ditinggalkan, akhirnya Dia mengakui hasil Kongres yang mengukuhkan kembali pengurus lama KPI Pusat untuk melanjutkan kepemimpinnan organisasi itu. Setelah itu, Silvester mencatat bahwa KPI Priok di bawah kepemimpinan Haneman Suria sudah 10 tahun lebih tak pernah mengadakan Musyawarah Daerah (MUSDA) untuk melakukan pergantian pengurus. Untuk itu Ia mengusulkan agar diadakan MUSDA KPI Priok. “Siapapun yang terpilih kami tidak ada masalah, asal melalui MUSDA,” katanya. Namun usulan itu tak direspon oleh Haneman dengan berbagai alasan. Negosiasi terus dijalankan dan mencapai titik buntu. Akhirnya dengan massa lebih dari 500 pelaut, kata Silvester, kantor KPI Priok terkepung dan Haneman Suria “mengibarkan bendera putih” alias menyerah. Selanjutnya ditunjuklah Silvester Hutauruk untuk menjadi Ketua Caretaker KPI Priok hingga diselenggarakan MUSDA. Dan akhirnya MUSDA digelar pada 18 Maret 2010 lalu yang menghasilkan putusan untuk mendaulat lelaki kelahiran 12 Desember 1958 itu (Silvester) untuk menjadi Ketua KPI Priok. Ia mengakui, selama mau berjuang untuk masuk ke KPI Priok, Ia selalu meminta Support kepada beberapa Alumni P3B dan jadi sebuah motivator tersendiri dalam melangkah. “Saya akan benahi dulu internal organisasi, setelah itu barulah program keluar, misalnya bagaimana untuk memperjuangkan pelaut yang sampai sekarang tak jelas masa tuanya tanpa adanya jaminan, misalnya pensiun. Ini perlu diperjuangkan ke depan melalui regulasi,” jelas Silvester setengah berobsesi. Selain itu, katanya bantuan-bantuan bagi Pelaut yang dirampas hak-haknya akan terus dilakukan. “Dengan catatan, Pelaut itu tidak bermasalah atau melanggar aturan yang ada di Perusahaan. Kalau dia benar kita bela, kalau memang salah tunggu dulu…,” ujar Dia. SELAMAT & SUKSES BUAT CAPT. SILVESTER HUTAURUK. BETUL JUGA UNGKAPAN KOMEDIAN “TUKUL ARWANA”---JANGAN HANYA DILIHAT CASSING SAJA, TAPI PULSANYA DAN SINYALNYA---- **KAP3B News** Teks foto: Silvester (ketiga dari kiri) dan Ramses H. Sirait-8 (paling kiri) dan sejumlah kru KPI Priok