Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today127
Yesterday738
This week3085
This month10001
Total814093

Visitor IP : 34.200.222.93
Unknown ? Unknown Fri 14 Aug 2020 04:46

        Meski bisa dibilang, bahwa kocek DPP KAP3B masih “senen-kemis” alias MINUS, toh tak menyurutkan pengurusnya untuk tetap semangat agar bendera organisasi ini tetap berkibar. Ya, setidaknya hal itu ditunjukkan oleh Bendahara I DPP KAP3B Yusuf Ali-18 ketika menyikapi terjadinya bencana Nasional berupa gempa di Sumatera Barat beberapa waktu silam, Langsung mengadakan koordinasi dengan Ketua Umum (Ridwan Setiawan-6), Sekjen Umum (Win Puji-10) dan Bendahara Umum (Toto Sugianto-10) untuk meng-informasikan kepada seluruh Alumni melalui Website, FaceBook dan Mailist dengan tujuan untuk menggulirkan program KAP3B PEDULI GEMPA SUMBAR. Informasi tersebut terus beredar sekitar 2 bulan dan terkumpul bantuan dari Alumni sebesar Rp.11.560.000,- (Data penyumbang terlampir dibawah).

       Setelah Yusuf Ali-18 meng-koordinasikan dengan pengurus inti tersebut diatas maka disepakati bahwa bantuan kemanusiaan Gempa di SumBar akan diserahkan kepada Alumni yang saat ini sedang menjabat di Pemerintahan Daerah sebagai Wakil Walikota di Solok-Padang, untuk selanjutnya memberikan kepada para korban yang membutuhkannya dengan prinsip “jangan dilihat nilainya, tetapi lihatlah dari sisi rasa kepeduliannya”. Setelah diadakan koordinasi antara Pengurus inti, maka Bendahara Umum (Toto Sugianto-10), dengan mengutus salah seorang alumni P3B, Syafrizal Duin-10 yang didampingi oleh Nursyal-10 (yang memang menetap di Padang), sekitar pukul 18.30 WIB tanggal 27 Nov. 2009 bertemu langsung dengan Wakil Walikota Solok Irzal Ilyas, yang juga alumni Singosari angkatan 11 di rumah dinasnya. Kedatangan Syafrizal Duin-10 yang kini bertugas di Kepanduan Pelabuhan Palembang itu, untuk menyerahkan uang sebesar Rp.11.560.000,- guna sekedar meringankan beban dari warga Sumatera Barat yang sampai kini masih butuh bantuan akibat korban gempa tersebut. Kepada Reporter KAP3B News, Irzal Ilyas-11 mengaku salut dengan adanya sikap solidaritas yang tinggi dari almamater “Singosari”, baik terhadap masalah sosial maupun untuk sesama alumni. “Jadi saya atas nama pribadi sebagai alumni, dan juga atas nama masyarakat Sumatera Barat menghaturkan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada korps alumni atas bantuan ini, dan Insya Allah nanti langsung saya sampaikan kepada yang berhak menerimanya,” kata Irzal Ilyas yang menjabat wakil walikota untuk periode 2005-2010. Sementara itu, Syafrizal Duin-10 yang tetap dengan logat khasnya sebagai petugas Pandu dalam setiap perbincangan dengan Reporter KAP3B (yakni informatif, singkat, tegas dan jelas), mengatakan, bahwa selain mengantarkan bantuan itu sebenarnya Ia juga sedang ada keperluan keluarga di Sumatera Barat juga, sekaligus juga mempererat solidaritas dengan alumni Singosari yang ada di ranah minang itu. Kalau dalam peribahasa biasa dikatakan “sekali mendayung, 2…3 pulau terlampaui. “Saya laporkan bahwa amanat dari Bendahara Umum (TS-10), uang sejumlah Sebelas Juta Lima Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah untuk bantuan kemanusiaan korban gempa di Sumatera Barat telah saya serahkan langsung kepada Wakil Walikota dan diterima dengan baik,” kata Syafrizal dengan logat khas petugas pandu, seperti komunikasi melalui HT. “Ngrumpi Singosari” Sudah bisa ditebak, begitu selesai menyerahkan amanat dari DPP KAP3B itu, yang tentunya agak formal dan singkat, perbincangan mereka arahnya kemana lagi kalau tidak“ngrumpi singosari” alias bernostalgia masa-masa pendidikan di P3B Semarang. Hal itu diakui oleh Irzal Ilyas. “Kalau kita ketemu alumni sangat mengesankan, kita bercerita tentang masa pendidikan dulu di Semarang, mulai dari cerita Simpang Limanya sampai hal-hal yang mengesankan lainnya,misal saat kapal-kapalan dan lain2nya,” tuturnya. Yang jelas katanya, paling mengesankan dan mungkin ini sulit dilupa oleh alumni lain adalah saat menjalani Madabintal (Materi Dasar Pembinaan Mental) kurang lebih selama 40 hari. Mengakhiri perbincangan singkatnya, Irzal Ilyas meminta do’a restunya dari alumni P3B, setelah berakhir pada jabatan sebagai Wakil Walikota Solok pada 2010 nanti, Ia akan kembali ke kancah pemerintahan dengan mencalonkan lagi. “Motto kita kan JAYA DI LAUT, JAYA DI DARAT”, ujarnya singkat. SETUJU …PAK WAKIL WALIKOTA. ALUMNI SINGOSARI MEMANG BANYAK YANG JAYA DI LAUT, DARAT DAN BAHKAN ADA YANG JAYA DI UDARA, SEBAGAI PILOT. **KAPB News** Data Penyumbang sebagai berikut: 1. Yusuf Ali = Rp.2.000.000,- 2. Himawan = Rp.1.000.000,- 3. Siti Arofah = Rp. 500.000,- 4. Dixzon Yonathan N = Rp. 500.000,- 5. Hari Wijaya = Rp. 160.000,- 6. Toto Sugianto = Rp.2.000.000,- 7. Ita = Rp.3.000.000,- 8. Hadi Priyono = Rp. 630.000,- 9. Bedi Susanto = Rp.1.000.000,- 10. Susetyo Dieng = Rp. 160.000,- 11. Syafrizal Duin = Rp. 200.000,- 12. Bambang Setyo = Rp. 160.000,- 13. Bambang Purnowo = Rp. 250.000,- TOTAL PENERIMAAN = Rp. 11.560.000,-