Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today140
Yesterday738
This week3098
This month10014
Total814106

Visitor IP : 34.200.222.93
Unknown ? Unknown Fri 14 Aug 2020 05:22

      Di “kampung” angkatan X P3B, Lucas Kristiyono termasuk warga yang telah lama hilang jejaknya. Sejak tahun 1991 ia meninggalkan Republik Indonesia untuk mengadu nasib di Negara Belgia, yang saat itu ada saudaranya yang bekerja di Diplomat Negara itu. Lelaki kelahiran Pati-Jawa Tengah pada 2 Oktober 1960 ini, begitu lepas dari “Singosari” tahun 1982 jurusan Teknika sempat berlayar di Perusahaan pelayaran nasional Arpeni Pratama Line selama kurang lebih 6 tahun, dan akhirnya ia putuskan untuk pergi ke Belgia. “Saat itu saya ingin memiliki pengalaman berlayar di lautan Eropa, dan sampai di Belgia saya mencoba melamar kebeberapa perusahaan pelayaran besar di sana,” kata Lucas disela-sela pertemuannya dengan beberapa alumni angkatan X di Jakarta beberapa waktu lalu (kamis 13/8/2009). Setelah Ia melayangkan beberapa surat lamaran tersebut, tidak serta merta Lucas dapat merajut apa yang menjadi obsesinya. Ia tidak ingin menjadi pengangguran di negeri orang. Akhirnya sambil menunggu jawaban pinangannya itu, ia putuskan untuk kerja seadanya alias sambilan di sebuah perusahaan perkebunan milik “wong londo” (Belanda). Namanya GLASTUIN, sebuah perkebunan tomat dan timun di dalam kaca. Waktupun berjalan, dan tak ada kabar satupun dari pelayaran yang ia lamar itu memberikan kepastian seperti yang ia impikan. Bagi Lucas pantang kembali ke tanah air dengan tangan kosong. Obsesi menjadi “pahlawan devisa” sudah menjadi tekadnya. Akhirnya ia putuskan untuk melamar di sebuah perusahaan kereta api setempat namanya NEDTRAIN dan di sinilah nampaknya ia berjodoh menambang uang dan devisa sampai kini.

 Di sini sesuai ketrampilan dasarnya sebagai mekanik (teknika) Ia menduduki job sebagai kepala mekanik atau bahasa “Londonya” : Hoofd Monteur di wilayah Denhaag. Meski di negeri kincir angin nan jauh disana, katanya, ia kadangkala mengakui sangat kangen dengan kawan-kawannya saat dalam asuhan Mr Bejan. Namun berkat website milik KAP3B yang belum lama ini ia baru tahu dari “gethok tular” (informasi dari mulut ke mulut), ia sangat terbantu untuk menyalurkan komunikasi dengan sesama alumni. Kalau peribahasa umumnya berbunyi TAK ADA ROTAN AKARPUN JADI, tapi khusus buat Mr Lucas ungkapan yang pas adalah TAK ADA KAPAL, SEPURPUN JADI. Tak kerja di mesin kapal, di mesin kereta apipun jadi. **KAP3B News**