Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today140
Yesterday738
This week3098
This month10014
Total814106

Visitor IP : 34.200.222.93
Unknown ? Unknown Fri 14 Aug 2020 05:22

    Bagi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agoes Doeta Supranggono, mantan penghuni “Asrama Bumi Singosari” angkatan XV yang mempunyai NIT: 8201198 Nautika ini, awalnya tak pernah bermimpi jadi Polisi. Apalagi sampai menduduki jabatan strategis seperti saat ini sebagai Direktur Polair Polda di NTB. Sebab, sejak remaja ia bercita-cita jadi musisi. ”Saat SMA saya mempunyai kelompok band dan sering manggung keliling,” katanya kepada Reporter KAP3B News ketika dihubungi melalui Ponselnya. Namun cita-cita Arek Suroboyo kelahiran 15 September 1962 ini, sedikit buyar saat ia ”hijrah” ke rumah Pamannya di Cirebon yang telah berprofesi sebagai Pelaut kapal Pertamina. Dari sinilah ia harus memilih saat sang Paman menawarinya jika ingin jadi pelaut harus sekolah Pelayaran. Saat itulah ia harus realistis, dan akhirnya lembaga pendidikan ”Bumi Singosari” mesti dilaluinya sampai ia lulus tahun 1985. Begitu menghirup udara segar setelah ”Digodog” di P3B/BPLP Semarang, tahun 1986 ia mengikuti test seleksi di PT Pelni selama 8 bulan. Karena jiwa militer telah tertanam di dirinya lantaran ”Singosari”, maka dalam tahun yang sama ia juga mengikuti test seleksi di ABRI (saat itu masih gabung TNI dan Polri) tepatnya melalui Kodam Jaya, dan akhirnya ia diterima untuk sektor kepolisian. Selanjutnya ia diikutkan program pendidikan Calon Perwira (Capa) di Sukabumi. Dari beberapa yang dikirim Kodam Jaya ke Sukabumi ini, hanya 3 orang yang lolos termasuk Agoes Doeta. Selama 1 tahun menjalani Sekolah Perwira Militer Sukarela Sukabumi ini dan setelah lulus tahun 1988 ia ditempatkan di Mabes Polri sampai tahun 2000. Setelah itu, ia mengikuti pendidikan lagi Sekolah Lanjutan Perwira Polri di Ciputat, dan selanjutnya tahun 2001 ditugaskan di Polair Jambi sampai diangkat sebagai Direktur Polair Polda Jambi tahun 2002. Tahun 2003, Agoes kembali sekolah Pimpinan Polri di Lembang selama 9 bulan. Setelah itu tahun 2004 sampai sekarang ia ditugaskan menduduki jabatan Direktur Polair Polda NTB Lombok.

     Jiwa seni Agoes tak hilang begitu saja. Sebab, meski tak kesampaian menapaki profesi musisi, cita-cita sejak kecil itu ia ingin diteruskan oleh anak-anaknya. ”Anak-anak, saya arahkan agar ada yang jadi seniman dengan mengikuti kursus musik,” katanya. Bagi yang pernah mengenyam lambaian tangan ”Mr Bejan Singosari” pasti mengakui termasuk juga Agoes Doeta, bahwa pendidikan di sini begitu terpatri kuat di memori. ”Karena di sinilah tempatnya menanamkan karakter kedisiplinan. Di sini pula dengan sistem asrama, yang tadinya cengeng dicetak jadi bermental baja. Itulah kenapa kita tak bisa melupakan kampus Semarang,” ujarnya. Terkait dengan itu, Agoes mengajak kepada seluruh jajaran alumni, khususnya angkatannya XV agar P3B sebagai institusi yang besar, karena telah mencetak ribuan SDM kepelautan berkualitas ini, memiliki satu ikatan kuat. Menurut pria yang dikaruniai 3 buah hati ini, keberadaan KAP3B yang kini terus mulai bersinar secara perlahan tapi pasti, apalagi didukung dengan Website yang representatif dapat terus dibesarkan oleh alumni itu sendiri. ”Mari kita tingkatkan tali silaturahmi dan komunikasi, siapa tahu dengan cara seperti ini kita bisa saling membantu satu alumni dengan alumni lain. Adanya hari ini, karena adanya hari kemarin,” tuturnya, berfilosofi. Agoes juga ingin sekali meluangkan waktu lebih banyak untuk alumni. Namun, katanya lantaran tugas negara yang harus diembannya maka ia belum bisa maksimal untuk acara reuni. Selama Pemilu ini saja, sampai pelantikan Presiden baru nanti, kita diinstruksikan untuk tidak meninggalkan wilayah kerja kita, katanya. SELAMAT BERTUGAS DEMI NEGARA. NAMUN ALUMNI TAK KAN DILUPA. Semoga... **KAP3B News**