Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today425
Yesterday670
This week2285
This month2285
Total762996

Visitor IP : 18.207.254.88
Unknown ? Unknown Thu 04 Jun 2020 13:06

 

   Kalau alumni “Mr Bejan Singosari” menapaki profesi sebagai Pelaut atau Profesi jenis lainnya seperti di lembaga pemerintahan atau sebagai pelaku bisnis, itu barangkali hal yang biasa, tetapi kalau alumni yang akhirnya menjalani profesi sebagai Pilot itu mungkin bisa dikatakan sebagai hal yang luar biasa. Demikian halnya yang dilakukan oleh Imbuh Sasmito Yuwono, Seorang Pria yang dilahirkan di Ambarawa, Jawa Tengah, tanggal 14 September 1964, yang saat ini ber-alamat di Perumahan Grand Prima Bintara, Blok D2 No.17, Bekasi Barat, mengakhiri puncak profesinya sebagai “sopir” pesawat terbang setelah sekian lama “diformat” di lembaga kepelautan P3B/BPLP Semarang. Sesaat setelah Landing di Bandara Soekarta Hatta dengan pesawat Lion jenis Boeing 737-900 ER yang dikendalikannya dari Yogyakarta, kepada Reporter KAP3B News yang mewancarainya ia blak-blakkan mengakui bahwa sebenarnya sejak kecil cita-citanya ingin jadi Penerbang. Untuk itulah begitu selesai SMA ia mendaftar di sekolah penerbangan PLP Curug. “Tetapi saya gagal di tes kesehatan,” katanya. Untuk itulah, ia tak mau melalui waktu dengan kekosongan pendidikan, karena khawatir pikiran tambah kacau.

     Akhirnya ia putuskan untuk mendaftar di P3B/BPLP Semarang, karena lembaga ini frekuensi penerimaan lebih cepat daripada sekolah penerbangan Curug. Meskipun bukan “mimpi” sejak kecil, namun kata Imbuh, ia tetap penuh tanggung jawab selama menjalani proses di kawah Bumi Singosari sampai selesai, dan bahkan sempat menggunakan keahliannya dari P3B/BPLP untuk diterapkan di lapanngan sebagai Pelaut dengan jabatan terakhir sebagai Mualim II selama hampir 6 tahun. Meskipun telah sekian tahun “medok” dengan profesi Pelaut, namun obsesi Imbuh untuk jadi penerbang tetap kuat. Akhirnya, dari sisa uang yang dikumpulkan selama di laut, ia putuskan untuk memasuki Pendidikan Penerbangan di Deraya Flying School Halim Perdana Kusuma Jakarta. Setelah selesai pendidikan selama 1 tahun, ia ikut seleksi di Maskapai Penerbangan Merpati untuk dididik kembali di lembaga pendidikan penerbangan New Zelland dengan system ikatan dinas. Riwayat Pekerjaan; Th 1987 : Lulus P3B/BPLP (NIT : 8301411 N) Th 1987-1990 : Mualim 3/ Mualim 2 di PT. Admiral Lines Jakarta, Th 1990-1994 : Mualim 2 di MISC – Malaysia, Th 1994 : Deraya Flying School – Halim Perdana Kusuma Jakarta Th 1994-1995 : Flightline Aeronautical College, Auckland – New Zealand (Bea siswa PT. Merpati Nusantara Airlines) Th 1995-2004 : PT. Merpati Nusantara Airlines, Co Pilot Fokker 28 Th 2004-2006 : PT. Lion Air, Co Pilot MD 82 & MD 90 Th 2006 : PT. Lion Air, Captain Pilot MD 82 & MD 90 Th 2008 – Sekarang : PT Lion Air, Captain Pilot Boeing 737-900 ER Begitu selesai ikatan dinas di Merpati, ia “hijrah” di Lion Air. Awalnya ia sebagai Co Pilot, tetapi berkat prestasi dan dedikasi yang baik, akhirnya kesampaian juga ia duduk dikursi Pilot setelah diputuskan oleh manajemen Lion. Selain regional, ia juga sering dipercaya membawa pesawat ke beberapa negara lain. “Saya puas dengan profesi yang memang saya cita-citakan ini sebagai Penerbang. Meski demikian, kesan dan kenangan selama di P3B/BPLP Semarang yang system pendidikannya bagus dan sangat mengesankan. Semua itu tak kan pernah lupa, bahkan saya masih pingin banget ketemu teman-teman, mudah-mudahan suatu waktu ada kesempatan,” katanya, Ya, imbuh meminta maaf lantaran tak bisa hadir di reuni akbar 58 tahun KAP3B lalu di TMII. Padahal ia ingin sekali datang, akan tetapi jadwal penerbangan saat itu sangat padat. OKE……GOOD LANDING MAS IMBUH………JANGAN LUPA AGENDA-KAN KAPAN-KAPAN LANDING JUGA DI ACARA REUNI KAP3B....... **KAP3B News**