Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today535
Yesterday724
This week3536
This month6374
Total789479

Visitor IP : 34.204.187.106
Unknown ? Unknown Sat 11 Jul 2020 20:03

        Awalnya benci setengah mati, akhirnya jadi hobi. Itulah sisi lain kehidupan yang dialami oleh Nanang Budiyanto Angkatan 10, yang belakangan ini sangat ”menggandrungi” tanaman bunga adenium. Bahkan ia sempat menorehkan prestasi juara II tingkat DKI Jakarta pada Juni 2008, ketika bunga miliknya diikutkan kontes bersamaan peringatan hari jadi Kota Jakarta yang digelar di Lapangan Banteng. Penghargaan berupa piala bergengsi pun didapatnya, dan ia langsung jadi santapan kuli tinta yakni salah satunya dari Majalah Trubus yang memasukkan dia sebagai bagian berita yang menarik. Padahal, kata Nanang kepada KAP3B News, awalnya ia sangat membenci bunga. Sampai-sampai ia pernah ”uring-uringan” dengan sang Istri lantaran bunga. ”Ceritanya begini, dulu suatu saat istri saya sangat hobi dengan tanaman bunga angrek. Saya sering jengkel karena kalau dia sudah merawat bunga angreknya, itu bisa berjam-jam lamanya bersama angrek itu,” tutur Nanang. Namun, entah kenapa atau seperti pepatah Jawa ”Kawitane gething dadi nyanding” (awalnya benci akhirnya jadi teman hidupnya) dan itulah salah satu misteri kehidupan ini, akhirnya sekitar 3 tahun lalu Nanang mulai tertarik dengan sebuah bunga. Dan saat ngetrend-ngetrendnya bunga adenium, yang menyedot perhatian masyarakat dari kalangan bawah hingga atas, pria kelahiran Madiun tahun 60-an ini makin tertarik lebih dalam soal bunga tersebut hingga kini. Sejarahpun berbalik. Dan seperti senjata makan tuan” kini giliran ia kalau sudah bercengkerama dengan bunga adenium, ia bisa memakan waktu melebihi dari sang istri dulu saat dengan bunga angreknya. Prinsipnya, tandas Nanang, soal bunga adenium itu hanya hobi belaka. ”Intinya, saya ingin sekedar merilekkan pikiran agar tidak stress dengan pekerjaan yang terkadang sangat menjenuhkan dan banyak menyita pikiran, dengan cara hal-hal yang positif,” ujar Nanang merendah. Saat ditanya soal kepuasan materi dari hobi bunga itu, Nanang yang dikaruniai 3 orang buah hati ini, menuturkan sebenarnya kalau mau dilihat dari sisi bisnis tentu ada. Namun, ya itu tadi, ia lebih menekankan sebagai kepuasan bathin yang tidak bisa diukur dengan materi. Ya, Nanang memang masih tetap pada ”khittahnya” dalam menopang ekonomi keluarga, yakni sebagai praktisi usaha di sektor pelayaran (yang saat ini sedang mengelola PT. Trans Ocean Niagatama).

 

       Buktinya, meskipun sering bunga miliknya mau dibeli orang dengan harga 2 kali lipat dari harga belinya, ia tak mau melepasnya. ”Sering sih, kadang saya beli bunga seharga 2,5 juta rupiah, tahu-tahu ada yang berani nawar 5 juta rupiah, tapi tidak saya lepas. Memang bagi saya, untuk hobi yang satu ini tergolong unik,” cetusnya seraya menambahkan mungkin kalau ditawar lebih tinggi lagi, akan dilepas untuk sekedar menambah koceknya.. Nah...... siapa mau berguru pada Sdr. Nanang Budiyanto?. Ia mungkin satu diantara alumni–alumni yang memiliki sisi kehidupan yang nyleneh dan tergelitik bila mendengarnya. **KAP3B News**