Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today458
Yesterday572
This week1599
This month9650
Total760033

Visitor IP : 3.235.172.213
Unknown ? Unknown Sat 30 May 2020 17:37

Lagi-lagi, Kampus Singosari terus  mempertajam  sinergi dengan Alumni. Ini semakin menguatkan adanya keinginan yang kuat bersama-sama untuk membangun soliditas antara Kampus dengan mantan Tarunanya sebagai  modal terwujudnya “mercusuar”  Sosial di jagad  Singosari.

Selain Ketua Umum yang beberapa waktu lampau  mendapatkan kehormatan untuk berbagi  pengalaman dan motivasi  kepada Calon Taruna (CaTar),  belum lama ini (Sabtu 15 Sept. 2012)  Manajemen  Kampus PIP Semarang kembali mendatangkan Alumni untuk hal yang sama, yakni memberikan pencerahan dan pembekalan kepada CaTar  untuk memasuki babak baru sebagai insan Kampus yang penuh dengan  “gemblengan” mental dan fisik.

Namun motivator kali ini yang didatangkan  adalah   “kaum Hawa”  yakni Rince Lexmiana-28, salah satu “Srikandi” KAP3B  yang tengah berkibar  bisnis dan kebetulan  sebagai  Ketua  Zona Palembang. 

“Saya ini sebetulnya  bukan siapa-siapa, Saya  yakin masih banyak yang  lebih dari Saya, namun karena diminta  dan kebetulan Saya kangen dengan Kampus Singosari maka  Saya sekalianlah bernostalgia dan sekaligus berbagi  pengalaman dan  dorongan kepada CaTar Angkatan 49,” kata Rince-28 merendah.

Sama seperti halnya KeTum KAP3B Toto Sugianto-10 saat memberikan motivasi, Rince-28 yang  kebetulan mengambil jurusan  KALK (Ketatatalaksanaan Angkutan Laut)  mengingatkan semua jurusan yang dipilih  oleh CaTar adalah prospektif,  asalkan proses pendidikannya dilalui penuh semangat dan disiplin. “Terlebih lagi jurusan KALK agar tidak  minder dengan yang mengambil jurusan Nautika atau Teknika,” kata Rince.

Kehadiran “Srikandi” KAP3B dari Kota Pempek Palembang ini disambut antusias oleh CaTar.  Sebab, meskipun  jurusan KALK namun Ia  kini bisa membuktikan tetap prospektif dan  bisa  menjalankan usaha yang menjanjikan. Kehadiran Rince-28  diterima oleh PUDIR –III Hartanto-28  yang juga Ketua Zona Khusus Semarang.

Karena memang sekaligus  ingin bernostalgia, maka Rince-28 tak menyia-nyiakan waktu yang relative terbatas itu untuk makan bersama ala Taruna di Menza.  “Namun sayang banget, karena terbatasnya waktu,  Saya tidak sempat ke rumah pak Bedjan, padahal kangen banget. Namun kapan-kapan masih ada keinginan ke Semarang lagi untuk  ketemu Pak Bedjan,” tutur Rince.

*NEWS