Wednesday, 17th July 2019 06:23:04

RAKOR 2019 KAP3B Semarang Sepakati Dua Hal Tentang Iuran dan Penggunaan Logo

 

Rapat Koordinasi Korps Alumni Pendidikan Perwira Pelayaran Besar (KAP3B) Semarang yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Juni 2019 di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara, berjalan sangat “hidup”. Rapat dihadiri 46 delegasi Angkatan dari total 51 Angkatan plus Angkatan SPS-SPM. Sedangkan delegasi Angkatan yang berhalangan hadir adalah Angkatan 14,18,24,26,28 dan 39. Sedangkan dari 13 Zona yang berhalangan hadir adalah Zona Kalimantan Selatan dan Bali. Acara Rakor dibuka oleh Ketua Umum DPP KAP3B, Toto Sugianto-10 dan menghadirkan Capt. Hadi Supriyono-3 sebagai “Keynote Speaker”.

Capt. Hadi Supriyono-3, dalam pemaparan sebagai salah satu pelaku sejarah berdirinya organisasi Alumni “Singosari”  waktu masih bernama CABSS (Corps Alumni Bumi Singosari Semarang), yang akhirnya kini berganti nama menjadi  KAP3B Semarang, menegaskan pentingnya sebuah kebesaran sebuah organisasi Alumni bagi kemajuan Almamater yang kini menjadi  PIP Semarang. Intinya, Ia mengatakan KAP3B Semarang yang telah berjalan jauh lebih baik dari CABSS harus dibesarkan.

Awalnya rapat berjalan “adem-adem” saja dan “datar”. Namun, begitu Bendahara Umum, Suwondo-15 yang didampingi Bendahara Christina-41 sebagai Bendahara II, mulailah “menghangat”. Peserta Rakor mulai banyak mengacungkan jari untuk menyampaikan pendapatnya ketika membahas teknis iuran wajib yang sampai saat ini belum maksimal.

Alhasil, soal iuran wajib semua peserta sepakat bahwa iuran wajib ke DPP KAP3B Semarang yang nominalnya Rp25 ribu perbulan per orang (Anggota) dibayarkan melalui masing-masing Koordinator Angkatan. Nantinya, Tim Bendahara DPP KAP3B Semarang akan komunikasi langsung dengan Koordinator Angkatan untuk memaksimalkan iuran Anggota.

Selanjutnya, yang tak kalah “hangatnya” adalah pembahasan penggunaan logo Organisasi yang dipimpin langsung Ketua Umum, Toto Sugianto-10. Untuk sesi ini, yang “interupsi” lebih banyak lagi daripada soal pembahasan teknis iuran. Sampai-sampai, waktu “molor” hingga 30 menit.

Intinya, untuk  penggunaan logo organisasi, disepakati bahwa kreasi masing-masing Angkatan dalam membuat icon angkatannya yang dipublikasikan (biasanya pada stiker kendaraan pribadi) dibebaskan dengan tetap menyertakan logo resmi KAP3B Semarang di atas icon angkatan dimaksud.

Pada Rakor yang dimoderatori oleh Ketua I DPP KAP3B Semarang, Awaludin Fauzi-21, juga  dibahas adalah tentang Mess Alumni yang disampaikan oleh Tim SekJen diwakili oleh SekJen II, Husein B.H. Kusuma-31 , ke depan seperti apa, akan dibahas lebih intens lagi di kesempatan lain. Dari masalah Mess, utusan Mess Batam menyatakan siap untuk menjadi atas nama Mess DPP KAP3B Semarang, dengan segala hal dan harapan keterlibatan DPP KAP3B Semarang dalam perjalan proses kepemilikan Mess Batam yang telah dirintis oleh Zona Batam. Optimalisasi situs organisasi juga menjadi catatan untuk menjadi perhatian ke depannya.

*News/Hbb.