Monday, 11th December 2017 21:52:20

KAP3B Semarang Kirim Delegasi Pada Seminar Kemaritiman

Sebuah media online eMaritim bekerjasama dengan STIP Jakarta pada Senin 24 Juli 2017 menyelenggarakan Seminar Kemaritiman. Sejumlah perwakilan KAP3B (Korps Alumni Pendidikan Perwira Pelayaran Besar) Semarang ikut sebagai peserta  bersama sejumlah organisasi berbasis kemaritiman seperti Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia (IKPPNI),  Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI),  Indonesian Female Mariner Association (IFMA), Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami), Yayasan Maritim 29, Indonesian Ship Owner Association (INSA), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Corps Alumni Akpelni Semarang (CAA), Corps Alumni Ami Stimar (CAASA), Ikatan Alumni Sekolah Pelayaran Djadayat (IKASDA), IKAB Seram Makassar, Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran  (CAAIP) dan Ikatan Pelaut Buton.

Delegasi dari KAP3B Semarang pada Seminar yang digelar di Auditorium STIP Jakarta dari Pukul 15.00 – 18.00 WIB itu adalah, Toto Sugianto (KeTum), Akhmad Subaidi, Tri Andri Bair Hamzah , Awaludin Fauzi , Samiyono, Masrul Khalimi, Saur Maruli Hutagalung.

Narasumber dalam  seminar maritim kali ini adalah Ikatan Nakhoda Niaga Indonesia dengan menampilkan pembicara Capt. MJ Sitepu yang telah berusia 80 tahun dan tetap energik, dan membuka kembali wawasan tentang dunia kemaritiman dan sejumlah nara sumber  senior praktisi kepelautan.

Tema yang diusung dalam seminar ini adalah “Peran SDM Maritim dalam mensukseskan Program Tol Laut dan Keselamatan Pelayaran,”. Seminar itu menekankan bahwa dengan SDM Maritim yang handal maka menjadi penentu dalam suksesnya keselamatan pelayaran. SDM Maritim yang baik dapat membuat pelayaran menjadi efisien, ekonomis dan aman. Sehingga pemerintah sudah selayaknya lebih meningkatkan kualitas ketimbang kuantitas Pelaut.

Samiyono, perwakilan Delegasi KAP3B Semarang dalam sesi pendalaman materi  mengangkat dan mempertanyakan beberapa  isu penting,  seperti “ Kenapa Geografi Laut tidak dimasukkan ke dalam  materi pembelajaran untuk pembentukan SDM Pelaut? “. Hal lainnya yang disorot adalah “ Untuk menunjang TOL LAUT dan Poros Maritim, kenapa banyak Pelabuhan dan system Komunikasi tidak support.,”.

Akhirnya satu rekomendasi seminar itu adalah, beberapa masukan penting dari peserta akan dijadikan sebagai bahan masukan yang segera disusun untuk pemerintah dan diharapkan menjadi bahan di lembaga pendidikan kepelautan dan lainnya.

 *News/A.Habib