Saturday, 22nd September 2018 18:27:47

SEKILAS INFO : SAMBUT PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA KE-72, PIP Semarang Gelar Pembekalan Bela Negara

 

Menyambut hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2017 atau disebut juga Hari Kesaktian Pancasila, Kampus PIP Semarang pada hari ini Rabu, 31 Mei 2017, mengadakan acara pembekalan kepada Taruna/i  tentang Bela Negara. Sebagai pembicara utama adalah Kabid. IT DPP KAP3B Semarang Kol. Laut (P) Samiyono, SE. MSi, yang juga menjabat sebagai Kasubdit Wiltaslaud Ditjentrahan Kementerian Pertahanan.

Direktur PIP Semarang, Dr. Capt. Wisnu Handoko mengharapkan kesempatan ini dimanfaatkan oleh peserta untuk menggali pengetahuan dari nara sumber tentang bela Negara dan hal-hal yang terkait,

Direktur PIP Semarang Dr. Capt. Wisnu Handoko (Kiri) dan Kol. Laut (P) Samiyono, SE. MSi,

 Panitia acara pembekalan, Budi Joko Raharjo-31 mengatakan, peserta pembekalan adalah Seluruh Taruna dan Taruni PIP Semarang dari Tingkat I s/d tingkat III berjumlah 1.140 Taruna/I ditambah Perwira Siswa sekitar 100 orang. Selain itu juga ada intsruksi dari  dari Kepala Badan Sumber Daya Manusia Perhubungan untuk  Penyelenggaraan Seminar/Kuliah Umum tentang Keberagaman dan nilai-nilai Pancasila.

Acara itu bertujuan untuk memantapkan Taruna/i akan arti pentingnya membela Negara, sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Bela Negara, di mana disebutkan Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata.

Salah satu materi yang disampaikan selain mengenal arti pentingnya bela Negara, juga masalah batas territorial laut Indonesia dengan Negara lain dan pulau-pulau yang berbatasan dengan Negara tetangga yang berpotensi rawan konflik dengan Negara tetangga.

 

*News/A.HAbib