Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today464
Yesterday572
This week1605
This month9656
Total760039

Visitor IP : 3.235.172.213
Unknown ? Unknown Sat 30 May 2020 17:55

 

Selama 4 hari, yakni Tanggal 11 hingga 14 April 2013, Ketua Umum DPP KAP3B Toto Sugianto menghabiskan waktunya di Semarang dalam rangka safari sosial dan kegiatan akademis.

Hari Kamis sore 11 April 2013, ratusan Calon Wisudawan “Kampus Singosari” telah menunggu KeTum DPP KAP3B untuk berbagi motivasi, setelah Mereka dinyatakan lulus dari Kampus itu pada keesokan harinya. Di sini, kepada para calon pendatang baru KAP3B, KeTum  menekankan bahwa meski peluang kerja terbuka, namun kalau tidak serius dan memiliki komitmen yang kuat maka yang bersangkutan akan sulit berkembang. Selanjutnya, tak henti-hentinya Toto Sugianto menegaskan agar Mereka sebagai Alumni tetap menjaga silaturahmi yang telah dibangun sejak di Kampus. Diharapkan dengan wadah yang telah ada, yakni KAP3B Semarang maka para Alumni dapat memberikan warna positif di dalamnya.

Pada pagi harinya (Jum’at 12 April 2013), KeTum secara formal menghadiri undangan upacara Wisuda ke-76 di Kampus PIP Semarang dan mendapatkan kehormatan untuk menyematkan PIN KAP3B secara simbolis kepada wisudawan.

Menjelang sore hari itu, KeTum berkesempatan menyapa Alumni – 13  dengan meninjau ke lokasi tempat menginap para peserta Reuni Back To Campus Angkatan -13 di Hotel Quest.

Sabtu pagi, (13 April 2013) di bawah “protokoler”  Agustinus Botha -10, KeTum  melakukan “Jelajah Sosial” yakni membezuk Ibu Henny  Wahyu Wardani salah seorang Dosen kebanggan para Taruna di Singosari.

Sebelumnya tersiar kabar bahwa Bu Henny  harus diarawat di Rumah Sakit lantaran derita penyakit yang dialaminya. Disebut-sebut, secara psikologis perlu cara membuat Bu Henny tersenyum untuk mengurangi  beban yang dirasakannya. Nah, di sinilah rupanya Agustinus Botha-10 tahu dan punya “senjata” ampuh untuk membuat Bu Henny tersenyum. Senjata ampuh itu bukanlah segepok  materi, namun cukup membawa orang yang bisa “Mbanyol” dan mengingatkan kembali masa muda Bu Henny.

Untuk hal di maksud, Botha-10 ingat bahwa ada Sedulur-10 yang punya talenta mengocok perut, yakni Pieter-10 dan Tommy-10. Keduanya serta merta langsung diajak dalam “Tim Jelajah Sosial” KAP3B itu. Tim Jelajah Sosial yang terdiri dari sejumlah Sedulur-10 dan Darwis-12 dan Irzal Ilyas-11 itu awalnya akan membuat kejutan dengan diam-diam mendatangi Rumah Sakit di mana Bu Henny dirawat, namun  begitu sampai di  Rumah Sakit  ternyata Bu Henny sudah pulang.

Selanjutnya, Tim Jelajah Sosial  KAP3B kecuali Irzal Ilyas-11 (izin ada keperluan lain) langsung bergegas ke rumah Bu Henny. Dan bisa ditebak, begitu sampai di rumahnya langsung membuat kaget. Awalnya dengan basa-basi bertamu  membuat bu Henny senyum biasa-biasa saja. Lama-kelamaan, pelan-pelan Bu Henny mulai terpancing ingatannya bahwa Taruna yang  paling terkesan adalah Angkatan-10, karena saat itu pertama kali menginjakkan kakinya di “Singosari”  adalah mengajar para “Singo” Angkatan-10 yang ternyata benar-benar menguji nyali Bu Henny sebagai dosen.

Bagaimana tidak, saat itu Bu Henny bak “bunga pengajar” sementara Tarunanya bak “lebah” yang ganas. Puncaknya, Pieter-10 yang punya setumpuk cerita humor  mampu “mengocok perut” Bu Henny hingga keluar air mata. Bukan hanya Bu Henny, Tim Jelajah Sosialpun dibuat terbahak-bahak.  “Itu baru satu cerita, masih banyak cerita lagi sebetulnya, namun karena masih sakit ya cukup satu saja dulu,” ujar Pieter-10.

Mengakhiri silaturahmi ke Bu Henny, Tim Jelajah Sosial melalui Agustinus Botha-10 memberikan tali asih kepada Sang Ibu Dosen itu. Selain itu, KeTum atas nama pribadi juga menyerahkan tali asih yang disambut sangat haru oleh Bu Henny.

Setelah hampir 1 jam menghibur Bu Henny, akhirnya  Agustinus Botha-10 Sang “Protokoler” mengarahkan Tim Jelajah Sosial mengikuti  Apel Lorong Sedulur-10 sambil makan siang di sebuah Rumah Makan yang khas dengan nasi goreng dan Pizzanya. Di sini, Sedulur-10 melakukan konsolidasi internal khususnya yang ada di Wilayah Semarang agar tetap solid.

Setelah itu, menjelang sore, Tim Jelajah Sosial melanjutkan agenda yang telah disiapkan “Protokoler”, yakni melakukan Ziarah ke Makam Pak Bedjan di Pulosari Semarang. Di sini, KeTUm dan sejumlah anggota Jelajah Sosial membacakan doa dan menaburkan bunga serta menyiramkan air di atas pusara Pak Bedjan (Alm.). Lagi-lagi, di sini Pieter-10 berulah banyol.

Sesaat sebelum meninggalkan pusara Pak Bedjan, Ia mencari kain dan selanjutnya membersihkan debu yang menempel di Batu Nisan Pak Bedjan, seraya bergumam “Saya  Taruna banyak kesalahan pada Pak Bedjan, biarkan saya menghukum diri sendiri dengan membersihkan nisan ini, maafkan saya Pak Bedjan, Saya tidak akan lari Pak, Saya malah datang  ni menghadapmu,” kata Pieter-10 dengan logat khasnya sebagai orang Timur yang  membuat ketawa lainnya.

Apel Lorong Sedulur -10 Kembali "Menggoyang" Dapur Sunda.      
                        
Tak mau terlena dengan hiruk-pikuk tugas sehari-hari  yang berpotensi meredupkan obor silaturahmi, KeTum KAP3B Toto Sugianto sebelum melakukan “Safari Sosial” ke Semarang, bersama Sedulur -10 kembali mengadakan acara silaturahmi pada Hari Rabu malam 10 April lalu di Dapur Sunda La Piazza Kelapa Gading.

Seperti biasa, kehadiran paguyuban yang satu ini pasti selalu menarik perhatian, terlebih bagi kru  rumah makan, karena canda dan banyolan khas Sedulur -10 selalu lain dari yang lain. Apalagi kalau sudah "mengutak-atik" masa lalu Mereka di Kampus.

Sebelum acara makan malam bersama, terlebih dahulu diadakan obrolan santai namun mengarah pada sasaran agar paguyuban itu tetap solid dan menjadi barometer silaturahmi Bedjaner's. Yang sedikit mengerucut adalah menyiapkan teknis program Umrah Bersama Sedulur -10 pada Juni 2013 ini.

Acara itu diikuti  23 Personil Sedulur -10 dan juga dihadiri tamu kehormatan yakni Djoko Mijarso- 9, Erwanto-8 dan Husu Iskandar-12.

Nampaknya acara itu juga sebagai "penjamuan" atas kehadiran Syamsu Kahar -10 dari tempat tugasnya di Semarang  yang kebetulan tugas di Jakarta.

*News