Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today446
Yesterday572
This week1587
This month9638
Total760021

Visitor IP : 3.235.172.213
Unknown ? Unknown Sat 30 May 2020 17:03

       Lebih dari 150 Alumni Singosari Semarang, pada sore jelang petang 16 Agustus 2011 lalu “tumpek-blek” di Kampus BP3IP Sunter Jakarta Utara. Mereka yang datang dari berbagai penjuru JaBoDeTabek dan luar kota seperti Pontianak, Banjarmasin, Palembang dan Surabaya, untuk memenuhi Undangan Panitia Buka Puasa Bersama Pengurus DPP KAP3B yang diadakan dengan persiapan yang cukup “dadakan”. Seperti biasanya, para Bejan’s kalau sudah bertemu suasana sedikit riuh karena mereka saling tegur sapa setelah sekian lama tak bersua. Bahkan, ternyata ada yang baru ketemu pasca berpisah di Singosari sekian tahun silam. Suasana mulai sedikit bisa tenang saat dua mantan Taruni Singosari yakni Novi dan Asri -41 bertindak sebagai MC dan mengawalinya dengan memanggil Sang Ustadz Muhammad Udrus asal Flores yang kini sebagai dosen di Sekolah Pelayaran Djadajat Jakarta Utara untuk memberikan pencerahan hati menjelang bedug maghrib. Hingga akhirnya tibalah kumadang sholat Maghrib dan langsung diikuti pembatalan puasa dengan “buah kurma CS”. Usai Sholat Jama’ah Maghrib, Alumni kembali ke ruangan untuk melanjutkan santap malam bersama. Di sini ada saja yang sempat nylethuk “tardida”. Memang, mungkin suasananya sedikit mirip saat makan malam di Kampus dulu. Beberapa saat setelah garpu dan sendok ditengkurapkan sebagai tanda selesai makan, Sang MC kembali melanjutkan acara dengan memanggil Ketua Panitia Buka Bersama yakni Toto Sugianto-10 untuk memberikan kata sambutan. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Toto Sugianto – 10 untuk menyampaikan berbagai hal khususnya sedikit potret dapur organisasi KAP3B. Awalnya, Ia melaporkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini diadakan lantaran adanya aspirasi dari beberapa Alumni yang langsung “disambar” oleh Pengurus DPP KAP3B dan ternyata didukung oleh Ketua Umum Ridwan Setiawan dan sejumlah pengurus lainnya. Meski tergolong “dadakan”, Toto sangat memberikan apresiasi dan puas atas meriahnya acara itu. Nah sebelum menutup sambutannya, Toto berkesempatan menyampaikan hal-hal dari kondisi dapur organisasi yang selama ini dinilai sempat menjadi “kabar burung” di dunia maya yang dilontarkan oleh beberapa gelintir Alumni. Walau beberapa gelintir namun karena tertulis di dunia maya yang bisa diakses dari mana saja, maka dikhawatirkan akan menjadi “bom waktu” KAP3B. Intinya, pengalaman pahit organisasi Alumni di masa-masa lalu yang porak-poranda akibat adanya “saling curiga” jangan terulang lagi pada wadah baru ini. Toto menegaskan bahwa organisasi baru Alumni bernama KAP3B sangat transparan dalam hal pengelolaan keuangan. Sebab, setiap rupiah yang keluar masuk dapat diakses di Website kebanggaan KAP3B, yakni www.kap3b.net. Bahkan yang lebih membanggakan lagi, soal fasilitas komunikasi di dunia maya, pihaknya menyediakan email dengan domain kap3b.net kepada Alumni. Namun sayang katanya, ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Malah ironisnya, para Bejan’s yang lebih muda sepertinya malah “gaptek” daripada yang lebih tua. Dan yang lebih tragis lagi, ada Alumni yang berkomentar agak “sinis” soal Organisasi KAP3B padahal karena ketidak-tahuan/ kurang pedulinya Mereka untuk mengakses dapur Organisasi. Setelah dirasa plong melahirkan uneg-uneg, barulah Toto Sugianto menutup sambutannya. Di sinilah, Toto dikejutkan oleh MC agar tak langsung kembali ke tempat duduk. Toto pun bingung dan sempat “protes” kepada MC karena di settingan acara awal Ia langsung duduk dilanjutkan sambutan Ketua Umum. Barulah Ia “ngehhh..”, setelah TIM Panitia dikomandani oleh Abdullah32 mengeluarkan kue Ultah yang ditempeli gambar Toto Sugianto berkacamata hitam. Rupanya ini kejutan karena pada 14 Agustus 2011 lalu Toto Sugianto baru saja merayakan Ultahnya ke-51 tahun. Mungkin ini datangnya dari orang-orang yang belum sempat mengucapkan “Happy Bird Day To You”. Tibalah giliran Ketua Umum KAP3B, Ridwan Setiawan6 untuk memberikan sambutannya. Namanya ketua umum, layaknya Nakhoda yang tentunya Ia harus lebih siap “pasang badan” atas keadaan apapun terhadap kapal yang di Nakhodai-nya. Terlepas dari kelebihan-kelebihan organisasi KAP3B yang berhasil diraih, tentu saja ada sisi kekurangannya. Ini wajar, karena meski Alumni telah ada sejak lama, namun organisasi KAP3B barulah lahir pada 2007. Dengan kata lain, ibarat mobil tipe mobil sama tapi body dan merek baru yang tentunya ada hal-hal yang baru dalam kendaraan baru ini dibandingkan kendaraan lama. Soal keuangan organisasi yang sampai kini masih minus, maka Ketua Umum hanya bisa menghimbau kepada Alumni yang sekiranya longgar untuk menyisihkan sedikit guna kelangsungan organisasi. “Saya menjamin bahwa keuangan dapat dipertanggungjawabkan. Malah kadang-kadang kita merasa tidak enak sama Bendahara Umum yang beberapa kali kegiatan harus kepake’ uangnya sendiri,” katanya. Ketua Umum juga menyampaikan obsesinya bahwa organisasi ini harus tetap eksis ke depannya. Sebab, meski tergolong belum kuat betul namun paling tidak kepengurusan sekarang ini sudah menunjukkan bahwa keberadaan KAP3B manfaatnya bisa dirasakan Alumni, terutama misal dalam hal jika terjadi kesusahan. “Saya lihat, jika terjadi kesusahan di antara kita, biasanya ada saja Pengurus dan sejumlah Alumni dengan gerak cepat sudah di tempat,” kata Ridwan Setiawan seraya mengajak untuk tetap menjaga keberlangsungan organisasi ini. **KAP3B News**