Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today469
Yesterday670
This week2329
This month2329
Total763040

Visitor IP : 18.207.254.88
Unknown ? Unknown Thu 04 Jun 2020 14:19

       PANITIA HUT KE-58 KAP3B DIBUBARKAN “Kekurangan Biaya Diselesaikan Secara Adat” Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Peribahasa yang selalu didengungkan sejak kita di bangku SD itu, nampaknya pas juga buat menggambarkan kondisi KAP3B saat ini. Betapa tidak, di balik kesuksesan rangkaian acara Puncak HUT ke-58 pada tanggal 8 Maret lalu di TMII, ternyata kini masih menyisakan sedikit “PR” yang mesti dipikul bersama. Yakni, masih adanya kekurangan biaya sekitar Rp130 juta. (untuk rincian keuangan dapat dilihat di Website kolom “Laporan Keuangan”). Di sinilah alumni kembali “ditantang” untuk menunjukkan komitmennya tentang persatuan dan kebersamaan di antara perbedaan. Sudah menjadi hal yang biasa, dalam sebuah “hajatan besar” pasti akan terjadi pembengkakan biaya. Seperti halnya acara HUT ke-58 KAP3B.Dengan didasari satu prinsip bahwa acara harus berjalan sukses dengan konsep “ Dari Kita untuk Kita “ TANPA sponsor dari pihak-pihak diluar Alumni, maka tidak ada kata menyerah di tengah jalan. Selesaikan tugas, urusan lain belakangan. 

         Nah dalam hal ini, tak lepas dari posisi Sang Bendahara Toto Sugianto (X) yang memang “pasang badan” untuk mendukung suksesnya acara itu. Hal di atas terungkap saat Rapat Pembubaran Panitia HUT ke-58 yang digelar di RM Sarikuring di Jl.. Batu Ceper, Jakarta Pusat, Kamis 12 Maret 2009 pukul 19.30 s/d 22.00. Hadir dalam acara itu 20 Alumni, antara lain Ketua Panitia HUT-Maghoni (XIII), Ketua Umum KAP3B-Ridwan Setiawan (VI), Kabid. Usaha KAP3B-Wuriantono (VII), dan beberapa pengurus lain yakni: M.Lutfi (IV), Toto Sugianto (X), I Dewa Putu (XI), M. Verryno (XI), Tukul Harsono (XXVI) dan lainnya. Maghoni mengatakan, kekurangan tersebut terasa berat jika beban itu dipikul oleh segelintir orang, akan tetapi akan terasa ringan kalau akan dibebankan pada pundak orang banyak. Seolah ia mengutip filosofi “sapu lidi”, bahwa ia hanya dapat menyapu kotoran jika lidi-lidi yang banyak itu disatukan dalam ikatan yang kuat. Semua yang hadir “mengamini” apa yang menjadi solusi yang ditawarkan itu. Buktinya, tak lama setelah itu, satu dua tiga alumni menyatakan siap membantu. Antara lain : Hermawan W (XXIX) langsung memberikan tambahan 10 juta lagi (sebelumnya sudah memberikan 10 juta), M. Lutfi menyatakan sisa acara Golf Persahabatan menjelang HUT pada 28 Februari lalu sebagian besar akan diserahkan untuk menutupi kekurangan tersebut. Selain itu, dengan metode spontanitas, Wuriantono “ditembak” oleh Ketua Umum Ridwan Setiawan untuk turut membereskan masalah kekurangan itu. “Jadi soal kekurangan dana diselesaikan secara adat, yakni dari donator secara spontanitas dan iuran anggota dimaksimalkan guna memperkuat kas organisasi,” kata Ridwan Setiawan, seraya menambahkan bahwa dengan metode spontanitas, berbagai acara KAP3B terbukti dapat berjalan sukses, seperti pertandingan golf dan rentetan acara s/d acara Puncak HUT itu sendiri. Setelah semua disepakati untuk memikul bersama, akhirnya sekitar pukul 22.00, secara resmi kepanitiaan HUT Ke-58 KAP3B dinyatakan bubar dan dikembalikan kepada kepengurusan pusat. Setelah itu, Maghoni menyerahkan dokumen financial HUT kepada Ketua Umum KAP3B dan selanjutnya diserahkan kepada Toto Sugianto selaku Bendahara. Terbesit khabar, 2 tahun ke depan ( tahun 2011) menurut informasi sementara, KAP3B yang ada di Zona Banten siap sebagai tuan rumah Peringatan HUT ke-60 KAP3B. ***NEWS KAP3B ****