Saturday, 22nd September 2018 18:28:51

Jamunya AMW11 Bikin Beberapa Alumni 10 “Blingsatan” di Taman Dayu

      Gara-gara Salah Prosedur Jamunya AMW11 Bikin Beberapa Alumni X “Blingsatan” di Taman Dayu Simbah Jowo dulu selalu bilang -Ojo sok nyepele’ke’, mengko mundak dadi gawe’. (Jangan meremehkan sesuatu, sebab bisa-bisa akan jadi masalah bagi anda). Pesan moral wong sepuh itu kiranya pas buat menggambarkan kasus jamunya AMW11 (Abdul Malik Wakid) yang sempat menggegerkan beberapa alumni angkatan X saat pertemuan di Taman Dayu. Tanpa berpikir panjang, beberapa alumni mencoba menyeruput ramuan yang dibawa “Armando” (Arab Manado) dan akhirnya mereka jadi “bindheng” dan “blingsatan” karena “belanda masih jauh” (maksudnya : musuh tempur gak di depan mata). Ya, sosok AMW 11 sebagai “tukang jamu untuk urusan rudal” kian dikenal pasca pertemuan angkatan XI di Rumah Welly, Jakarta Selatan beberapa bulan silam.. Saat itu, AMW11 membawakan 2 botol kecil ramuan tradisional untuk menambah “voltage” pesanan Toto Sugianto10 (TS10). Merasa ada kecocokan dengan “strum” yang diinginkan, akhirnya TS10 kembali memesan 50 botol lagi….dengan tujuan memberikan kebahagiaan untuk rekan-rekan angkatan X supaya “voltage” terus terjaga dengan baik. Serah terima barang disepakati kedua belah pihak pada pertemuan di Taman Dayu sekaligus acara Kumpul Bareng angkatan X. Entah gimana ceritanya, mungkin karena isu jamu kuatnya AMW11 sudah menjalar kemana-mana, termasuk di kalangan alumni lain lewat Website KAP3B, maka begitu AMW menenteng sebuah bungkusan kontan saja diserbu oleh beberapa alumni saat pertemuan di Taman Dayu itu. Satu-persatu botol jamu itu akhirnya ludes begitu saja dan sewaktu TS10 tiba yang memang agak terlambat di sore hari…..hanya bisa terbengong-bengong dan gigit jari karena tidak kebagian….untungnya, karena rasa ‘sayang’nya AMW11 terhadap TS10, dia membisikkan….masih ada 2 botol ‘diumpetin’…..langsung saja TS10 merasa senang….. Celakanya, seolah beberapa alumni ingin membuktikan khasiat jamu yang sempat menghebohkan beritanya di website KAP3B itu. Karena botol jamu itu polos tanpa ada label aturan ‘nyruput” , mereka asal minum begitu saja berdasarkan informasi yang didapat sementara yakni diminum ½-nya. Akhirnya beberapa di antara mereka nekat menenggaknya sesuai informasi itu. Dan ..benar celaka….., sekitar 45 menit kemudian beberapa dintaranya mulai merasa “bindheng” atau “blingsatan”, seperti Win Puji, Botha, Petrus Jepang dan beberapa lainnya. Kenapa?…..katanya “adik ipar” yang kecil di bawah sudah mulai mengamuk dengan menendang-nendang sarangnya. Padahal seperti halnya olah raga tinju, saat itu tak ada Sparing Partner-nya. Ternyata, info yang akurat adalah jamu diminum 1/3-nya selama sekitar 45 menit sebelum “bertanding” bukan ½-nya. Akhirnya…. Ya, terpaksalah mereka larut dalam “kebindhengan” dan blingsatan. Namun masih untunglah karena “kasus” itu terjadi menjelang perpisahan…..Hebatnya jamu ini, sampai dengan persiapan check-out…..masih ada yang “wira-wiri” untuk menanyakan jamu tersebut bahkan jamunya TS10 yang hanya 2 botol itu masih ada yang memintanya…. MUNGKIN AMW11 PERLU MEMIKIRKAN SATU RAMUAN LAGI YANG BISA MENURUNKAN KEBINDENGAN MANA KALA TAK ADA LAWAN TEMPUR.…. **KAP3B News**