Wednesday, 19th December 2018 21:06:53

ANGIN RIBUT

ANGIN RIBUT Bedul sedang berlayar. Tiba-tiba saja angin berhembus kencang, badai mengguncang kapalnya. Seluruh penumpang kapal merasa panik. Khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi. Bedul yang sudah berpengalaman pun ikut panik. Ia merasa kematian begitu dekat. Meski tidak pernah berdoa, saat itu ia merasa harus mengadu pada Tuhan. “Tuhan,” kata Bedul, “Aku merasa sebagai hamba-Mu yang lalai, tak pernah mengikuti perintah-Mu. Bahkan hidupku penuh dengan kesia-siaan. Aku pernah berzina, minum-minuman keras, banyak lagi deh. Tuhan, kalau aku bisa selamat saat ini, aku berjanji akan menjalani hidup dengan baik. Menjadi umat-Mu yang beriman,” Eh, seusai Bedul berdoa, badai tiba-tiba hilang. Angin reda. Kapal kembali tenang. Perjalanan kapal pun selamat sampai tujuan. Tapi dasar Bedul, meski sudah berjanji pada Tuhan, waktu sampai di darat ia mengulangi lagi perbuatannya. Ya mabuk, berjudi, dan main PSK.. Walah….. Suatu hari, saat sedang istirahat di rumahnya, Bedul kembali dikejutkan oleh suara angin ribut di luar rumahnya. Petir menyambar. Mendung bergayut dan hujan turun deras. Suasana amat mencekam. Bedul teringat akan janjinya sama Tuhan. Dia pun merasa telah melanggar janjinya. Dengan pelan, ia berjalan ke arah jendela. Lalu saat jendela terbuka, ia pun teriak. “WOI, TUHAN, URUSAN DI LAUT JANGAN DIBAWA-BAWA KE DARAT DONG..” Edited by Admin