Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today325
Yesterday669
This week5008
This month15937
Total860870

Visitor IP : 18.207.102.38
Unknown ? Unknown Sun 25 Oct 2020 11:19

 Salah satu agenda Reuni Akbar SeSe pada “10-10-20” adalah pemilihan Koordinator Angkatan 10 KAP3B Semarang untuk periode 2020 -2025 dan pemilihan Ketua Panitia Reuni SeSe pada tahun 2025. Acara pemilihan itu dilaksanakan bersamaan dengan acara ramah-tamah makan malam pada Jum’at, 9 Oktober 2020 di Hotel Griya Persada Bandungan. Suasana pemilihan sempat "memanas".

 SeSe Toto Sugianto dipercaya Panitia untuk memimpin diskusi pemilihan tersebut. Dari lobi—lobi “bawah meja”, sudah dapat ditarik benang merahnya, yakni SeSe Lukito W. didaulat kembali untuk menjadi Koordinator SeSe periode 2020-2025. Sedangkan SeSe Yusuf didapuk menjadi Ketua Panitia Reuni SeSe 2025.

 Dalam pengantarnya, SeSe Toto Sugianto mengatakan, bahwa   selama SeSe Lukito W. menjadi Koordinator, perjalanan SeSe tetap eksis meski penuh dengan dinamika namun tetap dalam bingkai solid Seduluran Selawase. Sehingga SeSe Toto tanpa panjang lebar mengusulkan kepada Floor agar Lukito kembali menjadi Koordinator. Meski demikian, untuk menguatkan legitimasi Lukito, maka diadakan Voting tertutup. Floor SeSe dipersilahkan menyampaikan nama secara tertulis untuk memilih Koordinator  periode 2020-2025. Hasilnya sudah bisa ditebak, Lukito meraup suara lebih dari 90 persen. Ada sejumlah nama yang muncul, namun meraih suara hanya satu , dua, tiga dan ada dapat 5 suara yaitu M.Yusuf, Setidaknya prinsip demokrasi tetap hidup.

 Suasana diskusi tiba-tiba berubah dari apa yang telah diskenariokan oleh “Tim Pimpinan Sidang Pleno” SeSe Toto. Setelah dinyatakan terpilih, tiba-tiba Lukito W. melakukan interupsi  protes. Ia tidak setuju dengan pemilihan Koordinator itu. Harusnya, kata dia, pemilihan Ketua Panitia Reuni 2025 terlebih dahulu. Keadaan mulai memanas, karena SeSe Toto kaget dan saling debat dengan Lukito.

 Sese Toto Sugianto menimpali protes Lukito, dengan menyatakan bahwa setelah Koordinator terpilih barulah Koordinator itu yang memimpin diskusi untuk memilih Ketua Pantia Reuni 2025. Tak puas dengan argumen itu, Lukito tetep “kukuh” bahwa Ketua Reuni 2025 dipilih oleh  diskusi di bawah pimpinan Toto Sugianto itu. Suasana mulai terlihat benih-benih “memanas”.

 Akhirnya, untuk menurunkan “tensi” diskusi, Toto memohon kepada Lukito untuk melaksanakan hal yang telah diagendakan. Dan seketika, tanpa mau duduk di kursi sidang, Lukito menuruti perintah Sese Toto. Secara spontan ia menunjuk SeSe Yusuf  dan kembali duduk di kursinya (floor).

 Lagi-lagi, suasana nampak seperti gaduh. SeSe Yusuf, tiba-tiba interupsi dan merebut mic seraya maju ke depan. Dengan nada setengah emosi, Ia mempertanyakan legitimasi terpilihnya Dia sebagai Ketua Panitia yang hanya ditunjuk oleh Koordinator SeSe, Lukito.  Harusnya, kata SeSe Yusuf, harus sama prosesnya yakni voting tertutup. Sebab, kalau hanya ditunjuk Lukito selaku Koordinator, belum tentu floor setuju dan nantinya akan mempengaruhi kinerja Panitia Reuni 2025.

 Suasana diskusi kian nampak ricuh dan “memanas”. Beberapa SeSe melakukan aksi rebut mic tanpa terkontrol oleh Pimpinan Sidang dan maju ke depan untuk mencoba menenangkan suasana dengan meminta kepada Lukito W. dan Yusuf untuk menerima amanah itu.

 Push Up

Melihat pemandangan yang diluar prediksinya itu, Toto Sugianto nampak mencoba mencairkan suasana dengan memerintahkan SeSe Herwin Siregar untuk Push Up, lantaran dalam menyampaikan pendapatnya itu menyebut SeSe Yusuf dengan panggilan “Pak”. Namun upaya itu tak mampu menurunkan tensi ketegangan. Susul menyusul, sejumlah peserta diskusi maju ke depan dan saling bersitegang.

 Puncak suasana terlihat memanas adalah aksi “walk out’ Lukito W. dengan ekpresi tegang. Di sisi lain, Yusuf juga mempertanyakan keabsahannya. Sejumlah SeSe menjemput Lukito untuk kembali ke dalam arena diskusi. Potret Ketegangan masih terus nampak. Akhirnya Sang pembawa acara (MC) harus ambil alih untuk kendalikan suasana dengan tetap meminta kepada semua SeSe untuk tetap menjaga ketenangan. Berkal-kali Ia mencoba dengan pengeras suara, namun tak digubris keadaan. Hingga Ketua Panitia Kanisius Lobo tak mampu menahan diri dan harus ikut rebut mic serta teriak-teriak bahwa acara Reuni ini adalah dalam kendalinya sebagai Ketua Panitia, sehingga Ia meminta kepada MC sebagai orang luar untuk tidak ikut campur dan akan diatasinya sendiri secara internal.

 Sang MC tetap saja teriak meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang. “ Oke ya Bapak-Bapak..Kami mohon tetap tenang (berkali-kali)… kerena ini hanyalah Prank…” begitulah sang MC mengakhiri ketegangan itu. Dan seketika Lukito memeluk Toto Sugianti dan  gerrrr suasana berubah drastis menjadi meriah. Dan seketika itu, secara refleks, Toto “deleg-deleg” dan bercampur setumpuk rasa. Rasa salut karena mampu membuat “warna” dan rasa senyum sewot karena “dikerjai”.  

Setelah itu, Tim Kreatif memberikan kejutan kenang-kenangan berupa foto “acting”  SeSe Toto Sugianto. Usut punya usut, aksi prank itu telah disiapkan oleh Tim Kreasi Super Inti yakni Lukito W. dan Yusuf bersama Tim EO. #“Kenak deh,,, SeSe Toto #

**News/Habib