Sunday, 24th June 2018 02:20:04
Error
  • Error loading feed data

SEKILAS INFO : Ada Ide Baru di Semarang, Sedulur-10 Kembali “Nguri-Uri” Tradisi Jelajah Sosial Ramadhan.

 

Roda  Silaturahmi  masih terus  diputar oleh Angkatan X atau  lebih dikenal dengan sebutan “Sedulur-10”. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada moment Puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri,  Sedulur-10 sebagai salah satu Angkatan yang cukup “Fenomenal” dalam menggaungkan Silaturahmi ini melakukan aksi Jelajah Sosial untuk berbagai cara kepada Anggotanya yang membutuhkan “sentuhan tali asih”. Pada Puasa Ramadhan 1438 H ini, Mereka kembali menggelar aksi itu secara serempak pada tanggal 18-19 dan 20 Juni 2017 di sejumlah wilayah, yakni Surabaya, Solo, Semarang, Tegal,  Subang,  Bandung  dan JaBoDeTaBek.

Aksi sosial Sedulur-10 pada Ramadhan kali  ini  dikoordinir  oleh Syamsu Kahar selaku “Sang Captain” Angkatan X. Dengan menginstruksikan kepada Sekretaris (Baskoro YB)  dan Bendahara (Budi Cahyono), maka  secara simultan di berbagai wilayah “Gong” Jelajah Sosial Ramadhan 1438 H. dimulai dengan Budi Cahyono sebagai Bendahara langsung Aksi meng-Koordinir semua wilayah pelaksanaan.

Di Wilayah Solo, Jelajah Sosial Sedulur-10 memberikan sentuhan tali asih kepada Istri Alm. Hartono Bethu yang disampaikan oleh Katri Husodo Sedangkan di Bandung memberikan sentuhan kepada St.R.Budiono/Tongkeng yangg disampaikan oleh Thomas Lernaya.

Selanjutnya Jelajah Sosial Di Subang memberikan sentuhan kepada Dedi Imam Mulyadi sekaligus memberikan 'bantuan' kepada Pondok Pesantren Darul Iman Attauhid (yang 'merawat' Dedi Iman Mulyadi), disampaikan oleh Tim Jelajah (Budi Cahyono, Kanisius Lobo,  Lukito Wibowo, Toto Sugianto)  dan di JaBoDeTaBek, diberikan 'sentuhan' kepada Istri Alm. Nanang Budiyanto, disampaikan oleh Istri Baskoro YB dan Istri Alm. Johanes Maryoto, disampaikan oleh Acin Suhaemi (dengan kriteria yang masih mempunyai anak2 sekolah). Di Surabaya, diberikan sentuhan kepada Istri Alm. Ronny Setiawan, yang disampaikan oleh Nur Helmi+Istri, Agus Suhartono+Istri sedangkan di Tegal, sentuhan tali asih diberikan kepada Nur Hidayat yang sedang sakit disampaikan oleh M. Bachrun,  di Semarang, dengan mengunjungi kediaman Jerry Bazar yang sedang sakit sekaligus Buka Bersama dengan Tim Jelajah Semarang yang dikoordinir oleh Munawir.

 “Ide Baru di Semarang”

Lagi-lagi, Sedulur-10 membuat terobosan baru dalam hal Jelajah Sosial di Semarang, bermula bahwa selama ini Alumni dengan bangga juga menyebut dirinya “Bedjaner’s” sebagai salah satu ikon Almamater. Maka sangat  bijak jika Keluarga Pak Bedjan (Alm.) dalam hal ini  Ibu Bedjan (Istri Pak Bedjan) juga mendapatkan sentuhan sosial. Berawal dari inilah, akhirnya Sedulur-10 yang ada di Semarang pada 20 Juni 2017 memberikan tali asih kepada Keluarga Pak Bedjan. Selain itu, langsung menyambangi “Kuncen” (penjaga) Makam tempat Pak Bedjan dalam peristirahatan terakhirnya untuk memberikan 'Sentuhan' kepada mereka yang selama ini merawat dan memberikan arahan jalan saat 'anak murid'nya menanyakan lokasi Makam Alm. Pak Bedjan.

Ide Baru Sosial Sedulur-10 di Semarang tak berhenti di Keluarga Alm. Pak Bedjan saja. Namun juga mengalir ke Kampus PIP Semarang, yakni ke sejumlah Pegawai Cleaning Service. Sedulur-10 memandang, Cleaning Service adalah salah satu elemen penting bagi  “Potret” wajah  Kampus PIP Semarang. Harapannya, Mereka tetap semangat bekerja untuk kebersihan Kampus.

Syamsu Kahar mengatakan, Jelajah Sosial Ramadhan Sedulur-10 ini telah dilakukan sejak beberapa tahun silam dan pihaknya akan terus berusaha “Nguri-Uri”  (selalu menjaga kelangsungan nya) tradisi tersebut.

*News/A.Habib