Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today429
Yesterday1030
This week7013
This month6179
Total952158

Visitor IP : 3.239.158.36
Unknown ? Unknown Sun 07 Mar 2021 08:13

Thomas Lernaya (paling kiri) 

Diam-diam, Sedulur Sepuluh yang kini  menyebutnya  sebagai “SeSe”, selama ini masih terus mencari jejak anggotanya  yang belum terekam alias “hilang dari peredaran”.  Bagi “SeSe”, kekeluargaan  dengan  rekan-rekan semasa  Taruna  adalah  bagian spirit  dalam kehidupan.

Salah satunya  jejak yang dicari adalah  Thomas Lernaya , sosok yang dulu dikenal dengan  Taruna berpita suara  yang merdu “alias jago nyanyi.

Kerja “Tim Intelijen SeSe” Tidak sia-sia. Setelah pencarian cukup lama, akhirnya kini telah menemukan sosok Thomas Lernaya yang ternyata Ia bermukim di daerah Tangerang.

Untuk  merayakan  bertemunya kembali  Thomas Lernaya setelah  dalam kurum waktu 30 tahunan  tak pernah terekam jejaknya, SeSe  mengadakan  acara kumpul-kumpul  di Jakarta pada Hari Kamis  petang hingga malam  Tanggal 28 November di  Rumah Makan Bumbu Desa Artha Gading Jakarta Utara.

Hadir dalam acara  sebanyak 25 Personil “SeSe” di Wilayah JaBoDeTaBek dan  beberapa dari wilayah lain. Acara itu juga sekaligus memanfaatkan moment Koordinator “SeSe” Herwin Siregar yang sedang ada urusan  di Jakarta  terkait rencana keberangkatan  salah Putranya untuk studi ke Jerman.

Seperti biasa,  kalau sudah  berkumpul  maka “SeSe”  selalu meriah  dan bikin heboh. Joke-joke guyonan sewaktu masa Taruna  tak pernah  ada habisnya. Malam  itu, suasana lebih gerrr lantaran  Si Jago banyol Pieter-10 yang  jauh-jauh dari Semarang  beraksi  membuka kenangan  “gila” masa lalu saat di Kampus Singosari.  

Meski demikian, suasana haru juga terasa saat  dengan  nada bersyukur pada Tuhan, Thomas Lernaya mengatakan kegembiraannya dapat bertemu kembali  rekan-rekan senasib seperjuangan saat masih jadi Taruna. “Kalau bukan kehendak Tuhan, ini tak akan terjadi pertemuan kembali,” katanya. Malam  itu juga, Thomas didaulat untuk memberikan suaranya yang merdu dan masih terbukti .

Thomas Lernaya mengaku “blank” dengan hiruk-pikuk rekan-rekannya setelah terpisah dari Kampus Singosari.  Meski demikian, saat ditanya beberapa kenangan  yang menarik dan menggelitik  selama di Kampus, Ia masih sangat segar  ingatannya,  salah satunya  ketika  ditanya saat kakinya “patah” siapa yang suka menggendong, Ia jawab “Pieter..” . Kontan saja  langsung disambut gerrr  dan tepuk tangan.

Acara diakhiri dengan doa bersama  untuk rencana  keberangkatan Putra Herwin Siregar ke Jerman. Namun, sebelumnya Budi  Cahyono yang seolah menjadi “Koordinator” SeSe di  JaboDeTaBek  bersama Acin, memberikan “woro-woro” bahwa  Tanggal 29 Desember 2013 “SeSe”  akan  berkumpul menghadiri hajatan “Salepo-10” yang akan mantu di wilayah  Solo.

*News