Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today984
Yesterday1156
This week984
This month13873
Total994499

Visitor IP : 34.239.150.57
Unknown ? Unknown Mon 12 Apr 2021 18:32

      Hujan yang berpotensi banjir di Jakarta acapkali menjadi hambatan bagi seseorang untuk melangkahkan kaki menuju sebuah pertemuan informal/ non dinas. Namun pada Kamis malam Jum’at lalu (21 Januari 2010), ”teori” di atas tak berlaku bagi sejumlah Alumni P3B Semarang Angkatan XVIII yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Buktinya, meskipun sempat diguyur hujan lebat pada jam-jam pulang kerja dan sudah pasti menimbulkan kemacetan hebat, Mereka tetap komitmen hadir untuk kumpul-kumpul di Mall Of Indonesia Kelapa Gading sesuai yang disepakati. Sambil menyantap menu khas Kafe Betawi di sana, malam itu tercatat sebanyak 21 Alumni XVIII melakukan silaturahmi selama kurang lebih 3 jam. Tak jauh beda dengan Alumni angkatan lainnya, Mereka kalau sudah kumpul-kumpul begitu, ada saja yang diobrolin seolah tak ada habisnya. Apalagi kalau sudah menyangkut cerita konyol masa lalu di Kampus.

         Pokoknya, kalau mereka bertemu mah, berita-berita hot nasional seperti kasus Bank Century, Sang Penjagal anak jalanan ”Babeh” ataupun kasus pembobolan bank bisa lewat begitu saja, alias kalah dengan cerita masa lalu di antara Mereka. Pertemuan singkat itu sengaja tak menyertakan keluarga (anak istri) agar bisa lebih leluasa ”ngecapnya” (obrolannya). Koordinator Angkatan XVIII, Yusuf Ali kepada Reporter KAP3B News mengatakan, pertemuan itu tergolong paling besar pesertanya selama ini, meskipun baru digagas kurang dari 1 minggu. Hal itu katanya, bisa terealisasi karena terdorong oleh dua moment yaitu: Pertama, saat meninggalnya Sujifri Mulyanto18, dari Angkatan XVIII yang hadir melayat hanya sekitar 5 orang. Ke-5 orang ini bertanya-tanya : yang lainnya kok tidak ada kabarnya, apakah tidak tahu atau bagaimana- Akhirnya dari 5 orang ini berinisiatif untuk mengadakan pertemuan itu. Kedua, kebetulan Hendri Imron (TNI AD) yang sejak pertama kali tugas sampai sekarang masih tetap ditempatkan di Papua dan saat itu sedang dinas ke Jakarta dalam beberapa hari, berkeinginan untuk mengadakan pertemuan disela-sela tugas dinasnya itu, sebelum Ia kembali ke Papua. Jadi kedua hal itulah yang menjadi ”magnet” pertemuan Angkatan XVIII.

        ”Saweran” untuk keluarga Almarhum; Pada pertemuan malam itu, pengurus KAP3B Angkatan XVIII tak menyia-nyiakan kesempatan sedikitpun untuk kepentingan bersama. Yakni, selain melakukan Up-Date alamat dan nomor Handphone Alumni, juga tak lupa untuk melakukan aksi sosial untuk keluarga yang ditinggalkan Sujifri Mulyanto (Alm). Begitu Sekretaris KAP3B XVIII W. Suprapto mengedarkan kotak amal, satu-persatu sesuai keikhlasan pada ”nyawer” ke kotak tersebut dan terkumpullah uang sebanyak Rp2.852.000 plus S$.100, Selanjutnya, melalui Ikhsan H, uang itu disampaikan kepada keluarga Almarhum. OK, GOOD UNTUK ”KLOTER” 18 KAP3B. SEMOGA OBOR KOMUNIKASI TETAP MENYALA. **KAP3B News** Inilah Angkatan 18 yang hadir pertemuan Kamis, 21-1-2010 di MOI : (1) Diding S. –Sucofindo- (2) Agustian KB. – Pelindo Tanjung Balai Karimun- (3) Heri Latif – Pelaut- (4) Firdaus H. – Pelaut- (5) Letmi Amri- Pelaut- (6) Joko Pitoyo – TNI AD- (7) Ikhsan Hidayat – TNI AL- (8) Yulius Bernadus – Perbankan- (9) Hendri Imron – TNI AD- (10) Madsirad – Samindo – (11) Rahmat Basuki – Bea & Cukai – (12) W. Suprapto – TNI AL- (13) Uyung – Pelaut- (14) Yusuf Ali – TNI AD- (15) Agus Yuniato – Pelaut- (16) Sumaidi – wiraswasta- (17) Herman Monto – Pelaut- (18) Syahrudin – Sucofindo- (19) Ariyadi – Wiraswasta- (20) Edi Bule – Pelaut- (21) Eddy R. Latif – Pelaut.