Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today1053
Yesterday1156
This week1053
This month13942
Total994568

Visitor IP : 34.239.150.57
Unknown ? Unknown Mon 12 Apr 2021 19:45

      Di mata Alumni P3B Semarang, sosok Capt. Rozaimi Yatim (Almarhum) bukan sekedar seorang pemimpin institusi yang biasanya lebih menekankan pada aspek atasan dan bawahan. Tapi lebih dari itu, Ia adalah seorang Guru. Kata “Guru” dalam ungkapan Jawa biasa dijabarkan “digugu lan ditiru”, artinya pantas didengar nasehatnya dan dijadikan suri tauladan. Lebih dari itu lagi, tak sedikit yang menganggap Beliau (Capt. Rozaimi) sebagai Orang Tua yang mesti dihormati kebesarannya, layaknya Orang Tua sendiri. Setidaknya, sikap diatas juga ditunjukkan oleh sejumlah Alumni P3B khususnya angkatan X melalui aksi silaturahmi oleh sejumlah Alumni angkatan X di bawah Koordinator Toto Sugianto (TS10) yang ada di JaBoDeTaBek, ke rumah keluarga Capt. Rozaimi Yatim (Alm.) pada Jum’at sore 8 Januari 2010. Ini terwujud karena kuatnya semangat mereka untuk silaturahmi meskipun jalanan macet (biasa…. Jakarta menjelang jam pulang kerja) dan cuaca diselimuti hujan lebat serta angin kencang. Bahdar Saleh10 dari Malang yang kebetulan ada acara di Jakarta berkesempatan pula hadir dalam acara itu. Selain itu, Syafrizal Duin10 yang bertugas di Kepanduan Pelabuhan Palembang sedianya akan turut merapat di acara silaturahmi itu, namun gagal karena faktor keterlambatan pesawat. Acara itu dilakukan secara spontan, cukup melalui “woro-woro” dengan SMS, Kolom Pesan Anda di Website Alumni sehari sebelumnya oleh TS10 yang tak sabar untuk silaturahmi setelah baru saja kembali ke Tanah Air dari melanglang buana ke beberapa Negara dalam 2 pekan lebih.. Saat Ibu Rozaimi Yatim hendak menemui 8 alumni P3B X yang telah lebih dulu tiba di ruang tamu pada sore itu, kontan perasaan “Sang Ibu” itu sangat terharu. Dengan nada dan suara yang terbatah-batah, Ibu Rozaimi menyampaikan rasa harunya atas sikap hormat para mantan Taruna Almarhum yang ditunjukkan, meskipun Ia telah tiada.

       Butiran –butiran kecil air matapun tak dapat ditahan untuk meleleh dari pelupuk mata Ibu Rozaimi. Melihat pemandangan itu, para Alumni yang kalau kumpul terkenal dengan kocaknya tak mampu pula menahan lajunya rasa haru-biru tersebut. Sesekali di antara mereka juga harus menyeka butiran air di matanya. Dalam berbincangan pertemuan sore itu yang diiringi hujan, tergambarkan bagaimana Sosok Seorang Capt. Rozaimi Yatim semasa hidupnya yang begitu berartidan membekas di hati para mantan Tarunanya. Kalau dalam peribahasa biasa diungkapkan “ Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan Manusia Mati meninggalkan budi”. Satu pelajaran yang bisa dipetik dari Almarhum, diantara sejumlah pelajaran berharga lainnya adalah Ia suka menolong orang selama Ia mampu. Itulah Capt. Rozaimi yatim…!! Setelah sempat Sholat Maghrib berjama’ah dilanjutkan sambutan dan berdoa bersama di rumah Keluarga Almarhum yang dipimpin oleh “AsRoh “ Ustadz Maskur, tanpa bermaksud lain selain sebagai bukti rasa hormat kepada Almarhum Capt. Rozaimi, dan bukti tetap nyalanya obor komunikasi , Toto Sugianto menyerahkan bingkisan berupa “uang tali asih” amanat dari Sedulur10 kepada Ny. Rozaimi yatim yang diterima dengan suasana haru.

       Sebagai orang tua, Ibu Rozaimi tahu betul bagaimana harus bertindak kepada “Anak-Anaknya” tersebut ketika waktu sudah menunjukkan saatnya “menyapa perut” alias makan malam. Awalnya, Mereka tak mau merepotkan. Namun begitu Tuan Rumah mengatakan bahwa tak akan diijinkan pulang, sebelum mencicipi hidangan makan malam yang telah disiapkan. Win Puji10 dengan sigap menyahut “Kita ikuti aturanIbu saja..!”. Dan tanpa “basa-basi” langsung menuju meja makan. Push-Up Nampaknya, tradisi hukuman Push-Up sudah menjadi ciri khas Angkatan X saat saling bertemu. Tak peduli di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Lihat saja, dalam acara silaturahmi di rumah Almarhum tersebut yang awalnya berjalan penuh keharuan, terpaksa Nursyal10 yang saat itu termasuk “tamu” kehormatan Angkatan X di Jakarta, dan kebetulan sedang silaturahmi ke rumah Ibu Rozaimi yatim, tak bisa menghindar dari hukuman Push-Up meskipun hanya kuat dalam hitungan satu. Sebab, Ia dianggap melakukan “kesalahan” fatal lantaran lupa nama beberapa Alumni 10. Karuan saja, pemandangan itu membuat beberapa keluarga Ibu Rozaimi Yatim “mlongo” alias terbengong-bengong saja. (Yah… Itulah sisi lain potret gila angkatan X). ALMARHUM CAPT. ROZAIMI YATIM LAYAK MENDAPATKAN SALAM “ANGKAT TOPI” (SIKAP HORMAT). SEBAB SEPERTI KATA PEPATAH JAWA “WONG IKU BAKAL MUNDUH WOHING PAKARTI” (ORANG KELAK BAKAL MEMETIK BUAH BUDI PEKERTI YANG IA TANAM).. DEMIKIAN JUGA ALMARHUM. IA MEMETIK APA YANG IA TANAM..!. **KAP3B NEWS**