Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today456
Yesterday572
This week1597
This month9648
Total760031

Visitor IP : 3.235.172.213
Unknown ? Unknown Sat 30 May 2020 17:29

       Ekspresi wajah Koordinator angkatan XII P3B, Mardiono dan beberapa koleganya seperti Rudi Pical, Ferry, Husu Iskandar , Udin dan lainnya tampak sumringah pagi itu (Minggu 13 Desember 2009). Bukan apa-apa, ini lantaran acara reuni angkatan XII pada tanggal 12, bulan 12 , tahun 2009 yang mereka motori di Villa Ronella milik Rudi Pical-12 bisa dibilang sukses habis. Sebab, lebih dari 40 orang bisa hadir dan dari jumlah itu lebih dari 35 diantaranya adalah jebolan XII dari Bumi Singosari Semarang. Ada yang datang dari Balikpapan, Surabaya, Magelang dan beberapa daerah lain. Yang jelas panitia inti bisa tidur nyenyaklah… Tak begitu jauh beda dengan beberapa alumni lain, kalau para mantan penghuni asrama Singosari itu bertemu maka suasana kian semarak, apalagi secara otomatis selalu saja muncul cerita-cerita konyol masa lalu, mulai cerita loncat katak, masuk got, buriken, veteran, jurit malam sampai satu sikat gigi ramai-ramai. Belum lagi, kalau sudah saling “Mblejeti” satu sama lain soal tingkah laku yang menggelikan di masa lalu. Sampai-sampai sesekali mereka harus “kulo nuwun” sama para isteri yang turut hadir supaya banyolan mereka tidak dimasukkan dalam benak hati. Dengan diiringi organ tunggal, acara reuni malam itu tampak meriah. Beberapa di antara unjuk kebolehan bernyanyi, dari yang kualitas suaranya pas-pasan sampai yang lumayan. Di tengah-tengah giliran Abdul Malik Wakid 11 (AMW11) yang juga hadir bersama 4 rekan seangkatannya untuk menyumbangkan suaranya, Ia membawakan lagu lain dari yang lain, yakni lagu “jurit malam” yang katanya khas “Mr. Bejan”. Kontan saja alumni yang tadinya lupa-lupa ingat turut mengikutinya. Selain cerita “ngalor ngidul”, acara reuni itu dikemas sedikit seremonial di bawah tenda mungil centil di halaman villa. Di bawah panduan langsung Mardiono12, acara dibikin santai tapi terarah. Mulai dari diperkenalkannya satu persatu alumni yang hadir berikut “bolo kurowonya” (keluarga besar) sampai pada sambutan dan pengarahan antara lain dari tuan rumah Rudi Pical sampai pengurus pusat KAP3B yang kala itu diwakili oleh Toto Sugianto10 (TS10).

       Misi Sosial dan SUSU TANTE Rudi Pical yang ternyata adalah alumni paling “pasang badan” dalam acara reuni itu mengatakan; Ia begitu haru dan bangga dapat bertemu dengan teman-teman senasib dan sepenanggungan semasa pendidikan di P3B Semarang yang mungkin ada diantara mereka tak copy darat selama puluhan tahun. Karena merasa apa yang Ia miliki kini tak lepas dari adanya jalinan komunikasi sesama alumni, maka ia tegaskan siap mendukung dan membuat “gebrakan” langkah KAP3B ke depan, khususnya misi sosial di lingkungan angkatan XII. Rudi Pical mengaku sangat terinspirasi oleh “wejangan” TS10 saat memberikan sambutannya pada malam akrab reuni itu yang diiringi rintik gerimis. Malam itu, dalam sambutan singkatnya Toto Sugianto yang selama ini juga dikenal sebagai salah satu alumni paling konsen terhadap masalah alumni Singosari menegaskan beberapa point penting, antara lain dalam acara temu kangen ….. harus tinggalkan atribut masing-masing. “Yang ada adalah rasakan seperti saat di kampus dulu” ujarnya. Selain itu, pintanya, pertemuan harus lebih bermakna bagi alumni, misal bagaimana menghidupkan misi sosial untuk menyentuh keluarga alumni yang mungkin saja secara nasib masih membutuhkan bantuan, atau dengan kata lain “tak seberuntung” dengan yang lainnya, kata TS10, Dalam sebuah rapat saat reuni itu, berkali-kali Rudi Pical menegaskan perlu untuk memperhatikan apa yang manjadi masukan TS10 itu. Dari perbincangan yang cukup panjang lebar, akhirnya alumni yang hadir itu sepakat untuk menggelindingkan roda sosial khusus angkatan XII bagi keluarga alumni yang sangat membutuhkan bantuan. “Jadi saya kira benar apa kata senior Toto, bahwa kita kumpul-kumpul ini selain untuk memperkuat silaturahmi juga harus ada manfaatnya dari sisi sosial,” kata Rudi Pical. Jadi, “ketok palu” dari kesimpulan rapat yang dipimpin oleh Mardiono itu antara lain, menghidupkan iuaran anggota yang disepakati minimum Rp.50 ribu per bulan per-orang dan menyetujui untuk digelarnya Reuni Akbar serba “12” ( angkatan 12, tanggal 12, bulan 12, tahun 2012) yang mulai didengungkan saat ini melalui getok tular untuk rekan-rekan lainnya yang sementara ini belum sempat hadir bahkan mungkin belum terdata. Selanjutnya, soal pundi-pundi kas angkatan XII muncul juga kesepatan untuk menghidupkan Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan, kalau Mr.Joko dengan gaya banyolannya menyingkatkan dengan sebutan SUSU TANTE.

      Akhirnya, Rudi Pical buka’ dasar alias “penglaris” menyawer Rp 25 juta untuk kas alumni-12 dan akhirnya diikuti yang lain untuk membayar iuran langsung 1 tahun plus SUSU TANTE tadi. Puncaknya, disepakati untuk memberikan “salam pembuka” aksi sosial kepada keluarga almarhum-12 yang di Surabaya Adrio, Rendra dan di Jakarta Toni, di mana masing-masing mendapatkan santunan Rp 1 juta. Dan ke depan akan dipikirkan bagiamana pendidikan anak-anaknya dengan memberikan bea siswa. Tapi ini akan dibahas lebih dalam oleh pantia inti. Santunan pembuka Rp1 juta untuk Jakarta diserahkan kepada Husu dan Surabaya melalui Jimmy MawuntuXII. OKE, SELAMAT & SUKSES BUAT KLOTER 12 ALUMNI SINGOSARI. AYO BUKTIKAN BAHWA REUNI BUKAN SEKEDAR “PEPESAN KOSONG “ KATA ORANG BETAWI, TAPI ADA MANFAAT YANG BESAR DI BALIK SILATURAHMI. ….SEMOGA ….. **News KAP3B**