Get Adobe Flash player

Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today491
Yesterday572
This week1632
This month9683
Total760066

Visitor IP : 3.235.172.213
Unknown ? Unknown Sat 30 May 2020 19:20

       Pertemuan di Pandaan Malang beberapa waktu lampau, kemudian di Hotel Patra Jasa Jakarta Pusat belum lama ini, nampaknya tak cukup bagi sejumlah alumni angkatan X Singosari untuk membedah setumpuk onggokan cerita “gila” di masa lalu. Buktinya, pada hari Jum’at tanggal 16 Oktober 2009 jam 17.00 s/d 22.00 sejumlah jebolan ke-10 P3B Semarang kembali ngeriyung secara spontanitas di sebuah ruangan santai Hotel Oasis Amir Senen Raya Jakarta. Seperti yang sudah-sudah dan bisa ditebak, begitu beberapa gelintir angkatan 10 kalau bertemu gaduhnya sudah biasa luar biasa. Satu persatu di antara mereka kembali membeberkan “kelakuan-kelakuan gilanya” di masa asrama P3B. Sekitar 4 jam penuh pertemuan yang diikuti 17 alumni itu, bisa dibilang 90% waktunya diwarnai tawa lepas dan benar-benar tawa lepas, sampai-sampai dinding pertemuan yang telah dilengkapi peredam suara tak mampu membendung riuhnya canda tawa itu.

        Eksistensi Riadi yang hingga kini masih memilih “single Fighter” tak luput dari “ganyangan” alumni lain untuk didorong segera memiliki “sparing partner”. Toto Sugianto, Koordinator X dan sekaligus penggagas utama pertemuan itu sadar bahwa pertemuan itu bakal jadi “arena bebas landas cerita”, maka Ia harus menyediakan tempat khusus buat kaum hawa sebagai solusi aman bagi alumni yang datang disertai sang Istri. Cerita punya cerita, pertemuan itu dipicu oleh datangnya “Petrus Sakura” ke Indonesia dalam rangka tugas perusahaan tempat ia mengais Yen di negeri sakura –Jepang-. “Dalam waktu singkat, kurang dari 24 jam persiapan, Alhamdulillah kita bisa lebih merekatkan tali silaturahmi khususnya angkatan 10 ini yang dihadiri 17 orang dan lainnya yang tidak dapat hadir juga memberikan konfirmasinya karena sedang berlayar atau sedang dinas keluar Daerah, semuanya cukup melalui SMS saja,” kata Toto.

        Meski hanya beberapa menit di sela-sela obrolan gak karuan di antara mereka itu, Toto bisa menyampaikan hal-hal yang tak kalah pentingnya dari makna sebuah reuni, selain memang untuk melepas rasa happy sejenak, Yakni, Ia meng-informasikan sejumlah program dan kegiatan khusus angkatan 10 yang telah dan yang akan dilakukan. Salah satunya program sosial menyangkut keluarga alumni yang ditinggal (meninggal dunia) oleh Suami dengan memberikan pendidikan yang layak untuk Anak-anak mereka, bantuan pinjaman biaya pendidikan bagi Sedulur10 yang berkeinginan Upgrade ijazahnya, Kondisi Kas keuangan Angkatan X sampai pematangan reuni serba 10 (tanggal 10 bulan 10 tahun 2010) di Villa Grand Valee, Bandungan- Semarang. Sementara itu, “Petrus Sakura” kepada Reporter KAP3B News buka kartu bahwa saking kuatnya keinginan untuk bertemu dengan teman-teman khususnya Sedulur 10, maka Ia selalu berusaha bagaimana agar bisa mendapatkan tugas dari Perusahaan untuk tujuan dinas di Indonesia.

 “Saya kepingin dan akan berusaha bagaimana agar bisa membuka agen atau perwakilan di Indonesia, sehingga sewaktu-waktu bisa dapat bertemu dengan kawan-kawan,” katanya singkat. Kedatangan Petrus Jepang dalam reuni instant itu tidak sia-sia. Sebab, seperti yang lainnya, Ia juga dibuat nangis karena ketawa loss dan nangis pula karena harus ada perpisahan dalam pertemuah itu. Seperti biasa, aksi gila cecet–cuet selama berjam-jam itu betul-betul hanya sekedar guyonan untuk melepaskan kepenatan setelah mereka kerja keras dalam kesehariannya, sebab acara tetap ditutup dengan khidmat yang diiringi alunan do’a secara puitis yang dipimpin oleh AsRoh Maskur. KALO BANG BEN KATE (BENYAMIN) “EMANGNYE' ANGKATAN 10 TAK ADE' DUANYE'. Ya, tak ada duanya, baik kompaknya maupun gilanya. He.he.... **KAP3B News**