Login KAP3B

Rekening KAP3B

Web counter

Today1027
Yesterday1156
This week1027
This month13916
Total994542

Visitor IP : 34.239.150.57
Unknown ? Unknown Mon 12 Apr 2021 19:20

       Di kalangan alumni P3B angkatan XI dan angkatan terdekatnya, seperti X, XII dan XIII, Sosok Abdul Malik Wakid (AMW) tidaklah asing lagi. Pria yang mengaku ARMANDO (maksudnya =Arab Manado) ini salah satu peserta didik di “Bumi Singosari” yang cukup fenomenal hingga kini. Lihat saja, bagaimana ia beraksi tiap hari di Website KAP3B. Selain produktif mengirim message meramaikan website yang menjadi kebanggaan alumni itu, gaya lamanya yang suka nyleneh tak berubah. Selain khasnya yang selalu menjadi perhatian tersebut, kini Reporter KAP3B News baru tahu ternyata ada hal lain yang menarik dari seorang AMW untuk sekedar meramaikan berita di KAP3B News ini. Mau tahu…? Begini ceritanya: Belakangan ini, jangan kaget kalau pembaca bertemu dengan seorang Abdul Malik Wakid dengan menggendong tas yang nampak berat bebannya. Sebab, selain berisikan perkakas perlengkapan pribadinya, dalam tas itu ada sejumlah botol berisikan jamu. Ya benar. Kini dia punya sampingan memasarkan jamu tradisional. Dan..usut punya usut, jamu yang dibawanya itu tak sembarang jamu, tetapi jamu ramuan khusus buat kaum “adam” yang butuh amunisi tambahan stamina. Bukan rahasia lagi, dan kita tahu serta sering mendengar ungkapan bahwa di dunia laki-laki ada tiga kelas, yakni “Pandangan Hidup (kelas I)”, “Pegangan Hidup (kelas II)” dan “Perjuangan Hidup (kelas III”). Kalau ada pembaca yang sudah memasuki kelas tiga (perjuangan hidup-maksudnya), maka AMW siap membantu solusinya untuk turun kelas (yahh …paling tidak jadi kelas pegangan hidup-lah). “Coba minum jamu dari saya, barang kali cocok. Sebab, banyak teman-teman dan saya sendiri sudah membuktikan setelah minum waduh ….gak bisa tengkurep dah…,” kata Wakid lagi-lagi dengan nada canda tapi maksudnya sambil berpromosi. Jadi, ternyata selain jago “memarkir” kapal sebagai petugas pandu di Dermaga Khusus Paiton, lelaki kelahiran 1958 ini juga lincah memberi solusi soal keperkasaaan laki-laki. Kepada Reporter KAP3B News, Wakid blak-blak-an bahwa jamu itu didapatnya dari sebuah kelompok Majlis Taklim tak jauh dari tempat tinggalnya di Bangil Jawa Timur. “Saya hanya menjualkan saja, sebab keuntungan dari penjualan jamu itu untuk kemajuan majlis taklim itu,” ujar Wakid seraya mengakui ini untuk amal ibadah. Dikatakan, dengan jamu yang dijual Rp50 ribu per-botol itu, banyak teman-temannya yang sangat merasakan manfaatnya. Tak sedikit katanya, kawan-kawan ABK yang tadinya suka minuman keras, akhirnya bisa “taubat” lantaran minum jamu itu. Saat diwawancarai melalui udara, ia mengatakan salah seorang alumni P3B kini bekerja di Balikpapan tengah memesan 20 botol jamunya. Abdul Malik Wakid yang memiliki sertifikat Pandu dari Australia dan juga Indonesia ini menambahkan, ramuan jamu itu 100 persen dari akar tanaman dan nol persen alkohol. Jamu itu juga tak bisa dipalsukan, karena tidak ada stok. Kalau ada pesanan baru dibuatkan. Pokoknya bagi AMW11 ini, profesi mandu kapal yes jalan terus, sedangkan adol (jualan) jamu kuat juga oke. LARIS….MANIS BRURR…… **KAP3B News**